Menkeu: Semoga DPR Tak Semata Pikir Politik

Karena itu, Sri Mulyani yakin APBN P akan diterima DPR

Selasa, 9 Maret 2010, 22:25 WIB
Arfi Bambani Amri, Agus Dwi Darmawan
Sri Mulyani NSW (ANTARA/Fanny Octavianus)

VIVAnews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjawab pertanyaan apakah mungkin setelah dirinya dipersalahkan dalam kasus Bank Century, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan semakin sulit bekerja dengan dirinya. Seandainya itu yang terjadi, bagaimana selanjutnya nasib negeri ini?

Sri Mulyani mengatakan bahwa pertanyaan yang diajukan seperti itu tampak lucu, karena menurut persepsi dia sangat tidak mungkin dewan akan mengesampingkan kepentingan rakyat hanya karena persoalan politik.

"APBN Perubahan itu mengandung banyak hal yang belum tertampung dalam APBN 2010 yang telah disepakati, sehingga kalau sampai mereka (DPR) menolak (membahas) maka banyak hal yang tidak bisa diselenggarakan di negeri ini," ujar Sri Mulyani dalam acara 'Foreign Press Gathering' di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa 9 Maret 2010.

Sri Mulyani mengatakan bahwa APBN yang ada sekarang (dijalankan pada tahun 2010) ini adalah anggaran yang sifatnya itu atas asumsi yang perkembangannya terjadi pada saat belum disepakati (sebelum Oktober 2009). Artinya banyak perubahan data yang terjadi sesuai perkembangan ekonomi global tidak bisa diubah dan disesuaikan dengan kondisi terkini.

"APBN Perubahan itu mencakup data-data seperti program prioritas di pemerintahan yang baru ini," kata dia. Selain menampung program prioritas pemerintahan baru ada juga sebagian subsidi yang diusulkan dalam APBN perubahan karena perubahan dan faktor alam.

"Misalnya gempa di Padang, Sumatera Barat, Jambi itu ada subsidi dan dana rehabilitasi yang masuk. Kalau sampai tidak dibahas (APBN P), maka pemerintah tetap jalan tapi menggunakan APBN yang telah disepakati," kata dia. Artinya banyak hal yang akan tidak ditangani dalam perubahan itu.

Sri Mulyani berharap DPR bisa lebih menempatkan kepentingan masyarakat dibandingkan politik partainya sendiri. Karena sesungguhnya bahwa semua tahu tidak ada seorangpun yang berniat untuk memperburuk perekonomian nasional. "Semua tahu, APBN perlu perubahan (APBN Perubahan) untuk antisipasi semua hal yang dimungkinkan," kata dia.

Sebagai contoh, kata dia, tadi pagi Sri Mulyani pergi ke Riau. Bertemu dengan pemerintahan di sana banyak hal yang dikeluhkan, misalnya infrastruktur, pemelian lahan oleh pemerintah dan sebagainya. "Jadi kalau mereka tidak mau mendiskusikan soal anggaran, tetap pelaksanaan bisa saja tapi dengan APBN," kata Sri Mulyani.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
suparwanto
16/04/2010
Pusing kalau faktor kepentingan pribadi (kelompok) dan dendam dikedepankan. Saya malah jadi bingung dengan fungsi DPR. Mitra pemerintah? Musuh pemerintah? Pejuang bagi partainya? Wah perlu PPKn lagi nih. Apa gak sebaiknya anggaran tuk dewan dialihkan ke p
Balas   • Laporkan
baginda
13/04/2010
Waduh,....negri ku ini sangat luar biasa. Anak sd kok bisa jadi wakil rakyat, makanya statement nya tentang perubahan appn p gak nyambung, mas.
Balas   • Laporkan
yg pasti mereka2 dari PDIP ini kok anti sekali dgn pemerintah ya.........katanya pro wong cilik....atau gak ngerti arti oposisi yg sebenarnya......coba tanya 'komandan' dulu....jangan2 'komandan' juga gak ngerti........makanya kebablasan, bisa amburadul D
Balas   • Laporkan
hardi
10/03/2010
Kalo sampai anggota DPR tidak mau membahas masalah APBNP dengan Sri Mulyani, hanya gara2 perbedaan cara pandang politik, maka anggota DPR itu sama aja dengan menzalimi rakyat ..... dan itu lebih jahat dari perampok.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ