Krisis Gas Siap Dibawa ke Sidang Kabinet

Kementerian Perindustrian akan memfasilitasi kembali pertemuan antara PGN dan industri.

Selasa, 9 Maret 2010, 17:37 WIB
Arinto Tri Wibowo, Elly Setyo Rini
Pipa gas (AP Photo/Surgei Chuzavkov)

VIVAnews - Menteri Perindustrian MS Hidayat akan terus memperjuangkan agar pasokan gas bagi industri tidak terpangkas. Bila tidak terjadi titik temu, Kementerian Perindustrian akan mengajukan pembahasannya ke sidang kabinet.

Kementerian Perindustrian akan memfasilitasi kembali pertemuan antara PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan industri pengguna gas seperti Asosiasi Industri Keramik Indonesia (Asaki) untuk mencari jalan tengah atas krisis gas yang dialami perusahaan pelat merah itu.

"Kami menginginkan jangan sampai ada pengurangan pasokan gas. Besok akan dibicarakan lagi," kata MS Hidayat ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa 9 Maret 2010.

Kalaupun pertemuan esok tidak menemukan titik temu, menurut dia, Kementerian Perindustrian akan membawa persoalan tersebut ke sidang kabinet pekan depan.

Direktur Jenderal Industri Agro dan Kimia Kementerian Perindustrian Benny Wahyudi menyatakan, pemangkasan pasokan gas untuk industri pengguna gas seperti keramik, makanan minuman, baja, dan kertas, akan mengurangi daya saing.

"Kalau pasokan gas dipangkas, harga produk naik dan akibatnya daya saing turun. Dan kalau sudah kalah bersaing, banyak industri tutup," ujar Benny.

arinto.wibowo@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ