VIVAnews - PT Perusahaan Gas Negara Tbk berharap pemerintah segera membuat keputusun tegas mengenai pasokan gas dari kilang dalam negeri. Untuk pemulihan krisis gas jangka pendek, PGN tidak memenuhi impor.
Direktur PGN Hendi Priyo Santoso mengatakan, impor gas merupakan strategi jangka menengah. Sebab PGN harus memiliki infrstruktur yang memadai. Gas impor akan dikirim dalam bentuk cair, sehingga PGN harus memiliki terminal yang bisa mengubah menjadi gas lagi.
Bila benar-benar akan diterapkan, impor gas baru bisa diterapkan pada 2011-2012. Karena itu, pengalihan kilang-kilang dalam negeri yang tadinya diekspor kemudian ditarik untuk memasok dalam negeri, menjadi pilihan baik.
"Mudah-mudahan pemerintah mengkaji ulang," kata dia di Jakarta, Selasa 9 Maret 2010.
Dia mengatakan, selain kekuarangan pasokan gas akibat tidak diperpanjangnya kontrak dengan PT Pertamina, kini pemerintah juga tengah mengkaji kembali pemberian kontrak dengan PT Medco Energi Internasional Tbk. Gas itu, sebelumnya dibeli PGN untuk pasar Riau.
Meski demikian, PGN masih optimistis, gas-gas dari Sumatera Selatan dan Jawa Barat bisa dibeli PGN untuk mengatasi defisit gas ini. Priyo mengatakan, saat ini PGN memiliki 750 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), namun gas yang dialirkan tidak sampai 500 MMSCFD.
hadi.suprapto@vivanews.com