Alasan Indonesia Tak Menarik Bagi Investor

Dua alasan itu menjadi faktor utama tingkat investasi asing langsung sangat rendah.

Selasa, 9 Maret 2010, 15:27 WIB
Hadi Suprapto, Agus Dwi Darmawan
Jalan Sudirman, Jakarta (VIVAnews/Maryadie)

VIVAnews - Meski selamat dari krisis 2008, investor masih banyak berpikir untuk investasi langsung di Indonesia. Ada dua alasan utama mengapa investasi di Indonesia kurang menarik dibandingkan dengan negara lain.

Executive Director Emerging Market Strategy UBS Nizam Idris mengatakan, dua alasan itu koordinasi dan sistem hukum yang lemah.

Dua alasan itu, kata Nizam, menjadi faktor utama tingkat investasi asing langsung (FDI) Indonesia sangat rendah.

Padahal kalau dilihat dari sisi potensi, angka terhadap kebutuhan yang ada sangat tinggi. "Lemahnya FDI ini sudah lama, sejak Soeharto lengser atau setelah Asean krisis," ujar Nizam di Hotel Four Season, Selasa 9 Maret 2010.

"Indonesia belum bisa kuat (FDI), karena hanya soal konfiden saja."

Nizam memberi contoh bagaimana persoalan isu politik belum bisa terselesaikan dengan baik. Tak hanya isu politik yang terus menerus hangat di Indonesia, sisi penegakan hukum juga terlihat lemah.

"Meski sebenarnya di dalam tidak begitu, pemerintah telah berusaha memberantas korupsi itu. Ini hanya persoalan persepsi saja," kata dia.

Nizam menunjuk sama saja seperti pengumuman, Hong Kong-based Political & Economic Risk Consultancy Ltd. kemarin, yang menyatakan Indonesia negara paling korup menggeser posisi Kamboja. Nizam tak yakin, angka korupsi di Indonesia begitu besar sehingga ditempatkan sebagai negara teratas.

"Nyatanya kan pemerintah berusaha memberantas korupsi, tapi itulah persepsi," katanya.

hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
batakkeren
09/03/2010
Tanya saja ke Budiono-SMI yang konon katanya pahlawan ekonomi dan motor pembersihan birokrasi. Tanyakan juga ke SBY yang konon ceritanya komunikator politik terbaik di jagat raya ini. Hei...tanya kenapa, kok masih terkorup di Asia Pasifik, lebih buruk dar
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ