VIVAnews - Isu kasus PT Bank Century Tbk yang mereda dinilai ikut menjadi pemicu positifnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia di akhir transaksi.
Menurut Direktur PT Paramitra Alfa Sekuritas Ukie Jaya Mahendra, kasus Bank Century sudah tidak terlalu berpengaruh negatif kepada pasar modal, sehingga investor kembali mengambil posisi di lantai bursa.
"Apalagi, banyak emiten yang merilis laporan keuangan tahun buku 2009 yang positif dan rupiah sudah berhasil bergerak di bawah 9.200/US$," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Senin, 8 Maret 2010.
Namun, dia mengakui, sentimen global maupun regional tetap menjadi acuan pemodal domestik. Terutama, peningkatan harga komoditas di pasar dunia, seiring menguatnya harga minyak mentah dunia. "Hal itu, yang juga menjadi katalis ramainya aksi beli saham-saham komoditas," tutur Ukie.
IHSG pada penutupan transaksi awal pekan ini, terangkat 47,68 poin atau 1,84 persen ke level 2.626,45. Melanjutkan di akhir sesi I tadi, yang menguat 29,50 poin (1,14 persen) di posisi 2.608,27.
Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 3,45 triliun dan volume tercatat 9,69 juta lot, dengan frekuensi 85.987 kali. Sebanyak 144 saham menguat, 43 melemah, 81 ditutup stagnan, serta 224 saham tidak terjadi transaksi.
Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 1,01 triliun, sedangkan penjualan mencapai Rp 539,30 miliar.
Bursa Asia, saat IHSG berakhir juga bergerak positif. Indeks Hang Seng menguat 408,90 poin (1,97 persen) di posisi 21.196,87, Nikkei 225 naik 216,96 atau 2,09 persen menjadi 10.585,92, dan Straits Times terangkat 44,28 poin (1,59 persen) ke level 2.834,57.
Di Bursa Efek Indonesia, terlihat saham komoditas mengontribusi penguatan IHSG cukup besar. Sahamnya seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp 700 atau 2,95 persen ke level Rp 24.400, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat Rp 350 (2,24 persen) di posisi 15.950, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) terangkat Rp 150 atau 0,46 persen menjadi Rp 32.350.
Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.177 per dolar AS dari transaksi siang tadi yang berada di level 9.190/US$.
Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.200 per dolar AS. Pada perdagangan Jumat, 5 Maret 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 9.237-9.265/US$.
antique.putra@vivanews.com