Sesi II, Aksi Beli Saham Masih Ramai

Terutama di sektor perbankan, otomotif, pertambangan, konsumsi, dan telekomunikasi.

Senin, 8 Maret 2010, 12:16 WIB
Antique
Masyarakat melihat data saham (Andika Wahyu)

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada sesi II, berpeluang kembali ramai oleh aksi beli pemodal.

Menurut Deni Hamzah, manajer investasi PT Reliance Asset Management, sentimen positif penguatan bursa global maupun regional, serta antisipasi dirilisnya laporan keuangan 2009 yang positif masih menyertai pergerakan IHSG.

"Hal itu semua yang menjadi faktor pemicu penguatan IHSG pada sesi I tadi," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Senin, 8 Maret 2010.
 
Deni menuturkan, saham-saham yang akan kembali ramai aksi beli investor terutama di sektor perbankan, otomotif, pertambangan, konsumsi, dan telekomunikasi, terkait proyeksi laporan keuangan yang positif. "Selain itu, rencana aksi korporasi perseroan juga menjadi katalis," tuturnya.

Dia mengakui, indikator penguatan IHSG pada sesi kedua nanti, selain pergerakan positif bursa mancanegara dan dirilisnya laporan keuangan emiten, kasus Century juga sudah terlalu berpengaruh ke pasar modal. "Jadi, sudah agak mereda," kata Deni.

IHSG akhir sesi I Senin, terangkat 29,50 poin atau 1,14 persen ke level 2.608,27 dari awal transaksi pagi tadi yang menguat 19,76 poin (0,77 persen) di posisi 2.598,54.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 1,6 triliun dan volume tercatat 5,83 juta lot, dengan frekuensi 44.059 kali. Sebanyak 123 saham menguat, 42 melemah, 68 stagnan, serta 259 saham tidak terjadi transaksi.

Saham bank, otomotif, dan tambang yang mengontribusi penguatan IHSG cukup besar di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) terangkat Rp 2.100 atau 5,70 persen ke level Rp 38.900, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp 300 (1,92 persen) menjadi Rp 15.900, dan PT Bank Danamon Tbk (BDMN) menguat Rp 100 atau 1,92 persen di posisi Rp 5.300.

Bursa Asia, saat IHSG tutup juga bergerak positif. Indeks Hang Seng terangkat 398,12 poin (1,92 persen) di posisi 21.186,09, Nikkei 225 naik 187,46 atau 1,81 persen menjadi 10.556,42, dan Straits Times menguat 35,33 poin (1,27 persen) ke level 2.825,62.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg, rupiah pukul 12.00 WIB, berada di posisi 9.190 per dolar AS. Sedangkan menurut data RTI, mata uang lokal tersebut berada di level 9.215/US$.

antique.putra@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ