VIVAnews - Saham-saham sektor pertambangan direkomendasikan diakumulasi pada pekan ini. Pasalnya, kenaikan harga minyak mentah dunia yang berpotensi diikuti harga komoditas bakal menjadi sentimen positif.
"Komoditas tambang pastinya akan ramai transaksi beli pelaku pasar," kata Direktur PT Paramitra Alfa Sekuritas Ukie Jaya Mahendra kepada VIVAnews di Jakarta, Senin, 8 Maret 2010.
Dia mengakui, alasan utama bakal diburunya saham-saham sektor pertambangan di pekan ini terkait kenaikan harga minyak mentah di pasar global yang sudah menembus US$81,5 per barel, yang diikuti kenaikan harga nikel.
Ukie merekomendasikan, saham PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO).
Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta sependapat, dia pun menyarankan akumulasi saham-saham tambang seperti BUMI, ADRO, dan PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk (PTBA). Pasalnya, potensial kenaikan harga komoditas tambang (terutama batu bara) cukup tinggi, seiring defisit persediaan batu bara.
Namun, dia juga merekomendasikan saham-saham sektor properti seperti PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), seiring regulasi pemerintah terhadap kepemilikan investor asing yang diperpanjang.
antique.putra@vivanews.com