VIVAnews - Harga komoditas tambang di pasar dunia yang meningkat diperkirakan bakal menjadi pemicu ramainya kembali aksi akumulasi beli saham di sektor tersebut.
Menurut Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta, melonjaknya harga tembaga di pasar international akibat kekhawatiran suplai yang terganggu gempa Chile, produser tembaga terbesar dunia masih menjadi katalis diburunya saham-saham komoditas logam.
"Sahamnya seperti ANTM (PT Aneka Tambang Tbk) dan INCO (PT International Nickel Indonesia Tbk)," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa sore, 2 Maret 2010.
Selain itu, Robin menambahkan, laporan keuangan emiten tersebut yang meningkat di kuartal IV-2009, turut menjadi faktor pendorong bakal ramainya aksi beli saham-saham di sektor tambang.
Deni Hamzah, manajer investasi PT Reliance Asset Management juga berpendapat, saham tambang papan atas (blue chips) seperti ANTM dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan menjadi incaran pelaku pasar modal.
Hal itu, kata dia, terutama terkait peningkatan permintaan (demand) komositas tambang di pasar global.
antique.putra@vivanews.com