Lelang SUN Terserap Rp 5,8 Triliun

Jumlah itu tidak mencapai 50 persen dari total lelang yang masuk senilai Rp 13,01 triliun.

Selasa, 2 Maret 2010, 16:44 WIB
Arinto Tri Wibowo, Agus Dwi Darmawan
Rahmat Waluyanto (doc.daylife)

VIVAnews - Pemerintah hari ini menyerap dana sebesar Rp 5,8 triliun dari lelang tiga seri surat utang negara (SUN). Jumlah itu tidak mencapai 50 persen dari total lelang yang masuk senilai Rp 13,01 triliun.

Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto mengatakan, lelang SUN dilakukan lewat sistem lelang Bank Indonesia untuk seri SPN20110303, FR0027 (reopening) dan FR0052 (reopening).

Jumlah penawar yang masuk untuk SPN20110303 sebesar Rp 5,16 triliun dengan imbal hasil (yield) terendah yang masuk adalah 6,84 persen dan tertinggi 7,09 persen.

Namun, sesuai Undang-Undang Nomor 24/2002, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menetapkan hasil lelang yield rata-rata tertimbang SPN20110303 adalah 6,89 persen. Jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp 1,85 triliun.

Jumlah ini berupa nominal kompetitif yang dimenangkan sebesar Rp 1,03 triliun dan untuk nominal yang non kompetitif Rp 0,815 triliun. Surat utang tersebut akan jatuh tempo pada 3 Maret 2011 dengan tanggal penerbitan 4 Maret 2010.

Untuk SUN FR0027 jumlah penawar yang masuk sebesar Rp 3,14 triliun dengan yield terendah 8,37 persen dan tertinggi 8,75 persen.

Namun, diputuskan yield tertimbang sebesar 8,47 persen dengan tingkat kupon 9,5 persen. Jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp 1,25 triliun yakni dalam jumlah nominal kompetitif yang dimenangkan Rp 1,24 triliun dan nominal non kompetitif Rp 12 miliar.

SUN ini akan jatuh tempo pada 15 Juni 2015 dengan tanggal penerbitan 4 Maret 2010.

Untuk SUN FR0052 jumlah penawar yang masuk sebesar Rp 4,71 triliun dengan yield terendah 10,62 persen dan tertinggi 10,97 persen.

Yield rata-rata tertimbang ditetapkan 10,7 persen dan tingkat kupon 10,5 persen. Jumlah nominal yang dimenangkan sebesar Rp 2,7 triliun, terdiri atas nominal kompetitif yang dimenangkan sebesar Rp 2,61 triliun dan nominal non kompetitif Rp 90 miliar.

SUN ini akan jatuh tempo pada 15 Agustus 2030 dengan tanggal penerbitan 4 Maret 2010.

arinto.wibowo@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ