VIVAnews - Pemodal direkomendasikan mengakumulasi saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) unggulan, seiring pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia yang mencermati rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait hasil Pansus Hak Angket PT Bank Century Tbk.
Menurut Gifar Indra Sakti, analis PT Sucorinvest Central Gani, saham-saham BUMN berkategori papan atas (blue chips) layak diakumuluasi di saat kondisi IHSG berfluktuasi dan rawan tekanan, seiring minimnya sentimen positif.
"Sebab, fundamental perseroan relatif lebih baik dan menjanjikan," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa, 2 Maret 2010.
Selain itu, kata dia, seandainya harga saham pelat merah tersebut terkoreksi, pelaku pasar masih berpotensi meraih keuntungan dari dividen perseroan yang selalu besar.
Gifar menuturkan, saham-saham pemerintah tersebut yaitu PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).
antique.putra@vivanews.com