VIVAnews - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal memanggil manajemen PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) jika harga saham perusahaan terus menguat paska pencabutan penghentian sementara perdagangan (suspen).
"Kami akan lihat kalau naik terus," kata Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Uriep Budhi Prasetyo di kantor Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Jalan Wahidin, Jakarta, Senin 1 Maret 2010.
Menurut Uriep, harga saham Bhakti Investama selama beberapa hari terakhir terus menguat. Bahkan, setelah pencabutan suspensi oleh otoritas bursa pada sesi pertama perdagangan, harga saham perusahaan investasi tersebut terus melonjak.
"Saham Bhakti dibuka suspensi-nya pada tahap pertama dan sahamnya melonjak lagi," ujar dia.
Sementara itu, hingga pukul 15.25 WIB, harga saham Bhakti Investama menguat Rp 40 (6,45 persen) ke level Rp 660. Volume transaksi tercatat 164,57 ribu lot senilai Rp 54,6 miliar dengan frekuensi 3.416 kali.
Sebelumnya, Bhakti Investama menjajaki pelepasan hingga 20 persen saham di PT MNC Sky Vision. Pelepasan saham perseroan direncanakan tahun ini.
"Itu masih panjang, masih dalam proses," kata Direktur Bhakti Investama Darma Putra ketika dihubungi VIVAnews, Senin 1 Februari 2010.
Menurut dia, saat ini, Bhakti Investama memiliki 20 persen saham di MNC Sky Vision. Namun, Darma belum dapat memastikan apakah kepemilikan saham pada MNC Sky Vision tersebut akan dilepas seluruhnya.
"Tergantung harga, kami lihat perkembangannya," ujar dia.
Darma menjelaskan, upaya pelepasan saham di anak usaha tersebut akan dilakukan melalui penjajakan investor strategis. Meski demikian, dia belum bersedia menjelaskan target dana yang akan diraih maupun calon investor tersebut.
Dana hasil pelepasan saham tersebut di antaranya akan digunakan untuk ekspansi ke sektor minyak dan gas serta tambang batu bara. Perseroan menargetkan pelepasan saham dapat dilakukan pada tahun ini.
arinto.wibowo@vivanews.com