Kredit PermataBank Tumbuh 18%

Kredit Bank Permata tumbuh dari Rp 34,85 triliun menjadi Rp 41,20 triliun.

Kamis, 25 Februari 2010, 10:12 WIB
Hadi Suprapto
Bank Permata (Antara)

VIVAnews - PT Bank Permata Tbk (BNLI) hari ini mengumumkan kenaikan pertumbuhan kredit sebesar 18 persen selama 2009. Kredit Bank Permata tumbuh dari Rp 34,85 triliun menjadi Rp 41,20 triliun.

"Ini sejalan dengan komitmen Bank Permata dalam mengoptimalkan fungsi intermediasinya dalam perekonomian, kredit bisa tumbuh di semua segmen bisnis," kata Direktur Utama Bank Permata David Fletcher dalam keterangannya, Kamis 25 Februari 2010.

Bank Permata secara berkelanjutan meningkatkan kinerja operasional pada tahun lalu. Total pendapatan mengalami peningkatan sebesar 15 persen menjadi Rp 3,74 triliun. Peningkatan ini ditopang oleh pertumbuhan kredit yang berkesinambungan dan pendapatan operasional lainnya.

Pendapatan bunga bersih naik 15 persen Yoy menjadi Rp 2,96 triliun. Sedangkan pendapatan operasional lainnya mencapai Rp 785 miliar, atau tumbuh 15 persen.

Biaya operasional dapat ditekan hingga di bawah 8 persen menjadi Rp 2,46 triliun untuk melanjutkan investasi didalam sistem dan proses, pelatihan serta pengembangan karyawan.

Laba operasional mengalami kenaikan Rp 119 miliar, atau tumbuh 19 persen menjadi Rp 740 miliar pada akhir 2009. Kondisi ini membuat laba bersih perseroan naik 5 persen dari Rp 461 miliar pada 2008 menjadi Rp 486 miliar.

Bank Permata secara berkesinambungan memperkokoh struktur permodalan dan likuiditasnya. Penyertaan modal dari pemegang saham naik hingga 13 persen menjadi Rp 4,84 triliun. Rasio Kecukupan Modal (CAR) setelah memperhitungkan risiko pasar berada di level 12,2 persen, di atas ketentuan minimal Bank Indonesia sebesar 8 persen.

Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami peningkatan sebesar 7 persen menjadi Rp 45,72 triliun. Giro dan tabungan mencatat pertumbuhan masing-masing sebesar 17 persen dan 37 persen menjadi Rp 10,95 triliun dan Rp 9,68 triliun. Sementara itu dana mahal berupa deposito mengalami penurunan 5 persen menjadi Rp 25,10 triliun pada akhir 2009.

Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di tingkat optimal 90,6 persen di akhir tahun 2009 dibanding 81,8 persen pada periode yang sama tahun 2008. Cost to Income Ratio (CIR) mengalami perbaikan dari 70,1 persen menjadi 65,8 persen. Ini mencerminkan perhatian utama Bank dalam menjalankan operasionalnya secara lebih efisien.

Bank Permata menjaga kualitas neracanya dengan fokus pada risiko manajemen. Rasio kredit bermasalah (NPL) net tercatat 1,5 persen pada periode Desember 2009. Sementara itu rasio pencanangan aset mencapai 137 persen pada akhir 2009.

Sementara itu, Unit Usaha Syariah Bank Permata mencatat peningkatan laba bersih yang signifikan hingga mencapai Rp 82,3 miliar, atau tumbuh 73 persen. Bisnis Bank Permata Syariah melanjutkan keberhasilan dalam menggabungkan nasabah yang telah ada dengan infrastruktur. Aset meningkat Rp 241 miliar, atau tumbuh 19 persen menjadi Rp 1,54 triliun.

hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ