SURABAYA POST - Sejak awal tahun perbankan berlari cepat dalam menawarkan kredit, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tak mau ketinggalan, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jatim tahun ini akan mengincar pedagang Pasar Turi. Sedikitnya ada 2.670 orang dan 4.000 kios yang potensial dibiayai.
“Kita prioritaskan membiayai para pedagang lama. Jumlahnya kan mencapai ribuan. Jadi bukan pedagang kagetan. Ini sekaligus untuk mengantisipasi praktik jual beli kios,” Dirut Bank Jatim Muljanto, Selasa (23/2).
Untuk realisasi kredit ini pihaknya bekerjasama dengan PD Pasar Surya. Diharapkan ada penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) tahun ini dnegan Pemkor Surabaya, PD Pasar Surya maupun investor.
Untuk kredit kios pedagang yang rencananya diambilkan dari dana KUR ini akan diberikan bunga pinjaman sebesar 14% per tahun. Langkah tersebut diharapkan bisa mempercepat realisasi KUR yang ditargetkan Rp 100 miliar.
Ditambahkannya, tiap pedagang bisa memanfaatkan kredit ini hingga Rp 25 juta untuk kredit mikro dan Rp 500 juta untuk kredit menengah (UKM).
Namun, terkait total plafon kredit yang hendak dikucurkan untuk para pedagang Pasar Turi itu, Muljanto belum bisa memprediksi.”Untuk agunan yaitu surat stan resmi yang ditandatangani PD Pasar. Selain itu, kredit ini akan dijamin oleh PT Jamkrida Jatim,” katanya.
Menurutnya, investor sudah siap membangun Pasar Turi yang baru di 2010 ini. Stan akan disiapkan dengan sistem kepemilikkan sewa maupun hak milik. ”Pedagang lama yang sudah terdata di PD Pasar diprioritaskan,” katanya.
Mengenai potensi Bank Jatim membiayai menyalurkan kredit konstruksi untuk investor Pasar Turi menurutnya belum dipikirkan. Pasalnya, biaya yang diperlukan sangat besar, sehingga bila nanti perlu pembiayaan bank akan dibentuk konsorsium misalnya Asosiasi Bank Daerah (Asbanda).
Langkah agresif dalam kredit diharapkan bisa mendongkrak loan to deposit ratio (LDR) menjadi 75% di 2010. Di 2009 lalu posisi LDR bank Jatim baru 69,62%.
Laporan: Widyawati