VIVAnews - Michelin, produsen ban kelas dunia yang kini memegang 10 persen saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) dikabarkan bakal menjadi pemegang saham mayoritas dalam waktu dekat.
Menurut sumber VIVAnews, kabarnya Michelin akan membeli 44 persen saham milik salah satu pemegang saham perseroan, sehingga total kepemilikannya menjadi mayoritas (54 persen).
"Akuisisi tersebut didasari harga GJTL yang sangat murah, karena ditransaksikan pada PER 2 kali," kata dia di Jakarta, Rabu malam, 17 Februari 2010.
Michelin, sumber itu menambahkan, berencana menggelar penawaran tender (tender offer) saham publik di harga Rp 700 atau premium dari yang ditransaksikan saat ini.
Direktur Gajah Tunggal Catharina Widjaja saat dikonfirmasi hanya mengakui, dirinya belum mendengar kabar bahwa Michelin akan menjadi pemegang saham mayoritas perseroan.
"Saya belum mendengar hal tersebut," tuturnya yang juga merangkap sebagai sekretaris perusahaan kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis, 18 Februari 2010.
Seperti diketahui, per 31 Januari 2010, Compagnie Financiere Michelin memiliki saham berkode GJTL sebesar 10 persen, Denham Pte, Ltd 44,83 persen, dan Global Union Fiber Investment Ltd 6,89 persen. Sedangkan sisanya dimiliki publik.
Pada perdagangan Rabu, 17 Februari 2010, GJTL ditutup naik Rp 35 (7,21 persen) ke level Rp 520. Broker PT Victoria Sekuritas dengan kode broker MI tercatat sebagai broker yang paling banyak mengoleksi saham Gajah Tunggal.
Deni Hamzah, manajer investasi PT Reliance Asset Management berpendapat, rencana Michelin menjadi pemegang mayoritas saham GJTL akan berdampak positif. Sebab, akan membuka peluang pemasaran ban Eropa berteknologi tinggi yang di produksi di Indonesia.
"Indonesia diuntungkan, karena memiliki bahan baku yang banyak dan bakal menyerap tenaga kerja," kata dia.
Kendati demikian, Deni menyarankan, sebaiknya investor bersikap menunggu konfirmasi lebih lanjut terhadap aksi korporasi tersebut.
Seperti diketahui, Gajah Tunggal mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$30-40 juta pada 2010. Capex akan digunakan untuk investasi pada pabrik baru dan perawatan mesin.
"Capex 2010 lebih besar dibanding 2009 yang hanya US$20-25 juta," kata Sekretaris Perusahaan Gajah Tunggal Catharina Widjaja pada paparan publik perseroan di gedung bursa efek, Jakarta, belum lama ini.
Catharina menambahkan, peningkatan capex bertujuan untuk meningkatkan utilisasi produksi perseroan. Pada September 2009, utilisasi ban radial hanya 57 persen, sepeda motor (78 persen), dan bias/kendaraan berat (77 persen).
antique.putra@vivanews.com