Bagi Jepang, Indonesia No 2 Setelah China

Sejak era 1990-an investasi Jepang sudah mengalir ke China.

Selasa, 16 Februari 2010, 11:37 WIB
Heri Susanto, Bayu Galih
Wapres Boediono Minta Program Kemiskinan Diperbaiki (Antara/Saptono)

VIVAnews - Perusahaan-perusahaan Jepang kini melirik sejumlah negara Asia guna menyalurkan dananya untuk diinvestasikan. Bahkan, perusahaan Jepang mulai memakai tren atau rumus baru dalam berinvestasi.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara Hiroshi Watanabe, CEO Japan Bank for International Cooperation (JBIC) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2010.

"Tren baru bagi perusahaan Jepang adalah investasi di China+1," ujar juru bicara Wakil Presiden, Yopie Hidayat seusai mengikuti pertemuan tersebut.

Menurut dia, sejak era 1990-an investasi Jepang sudah mengalir ke China. Tetapi, setelah krisis mereka kemudian mengadopsi China+1. "Satunya ini siapa yang potensial, ya antara Indonesia dan India."

Dia menekankan China dan Indonesia memiliki kesamaan. Keduanya, memiliki kesinambungan dari sisi stabilitas politik. Jadi, Ada semacam perubahan perusahaan Jepang untuk investasi di Indonesia.

Wapres, kata Yopie, akan membantu apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan perusahaan Jepang. Misalnya, keinginan perusahaan Jepang agar lebih leluasa menggunakan rekening di luar negeri. "Tetapi, anda tahu peraturan soal ini adalah otoritas BI."



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ