Bisnis

Bidik Tambang Batu Bara, MITI Gandeng Asing

Perseroan pun siap mencari pendanaan melalui pasar modal, seperti melakukan rights issue.

Selasa, 16 Februari 2010, 10:23 WIB
Antique
ilustrasi pertambangan  

VIVAnews - PT Mitra Investindo Tbk (MITI) kabarnya akan bekerja sama dengan investor asing untuk mengakuisisi tambang batu bara di Kalimantan dan Sumatera dalam waktu dekat.

"Pihak asing yang tertarik, yaitu berasal dari salah satu negara terkaya di Asia Tenggara," ujar sumber VIVAnews di Jakarta, Senin malam, 15 Februari 2010.

Sumber itu menambahkan, pihak asing tersebut rencananya akan menyuntikan dana segar ke kantong perseroan agar memuluskan aksi Mitra Investindo merambah bisnis tambang batu bara dari sebelumnya produsen batu granit.

Direktur Mitra Investindo Diah Pertiwi Gandhi saat dikonfirmasi mengakui, perseroan saat ini sedang menyiapkan sejumlah opsi untuk mengakuisisi tambang batu bara di Kalimantan maupun Sumatera pada tahun ini. "Termasuk, masalah pendanaan," tuturnya kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa, 16 Februari 2010.

Dia juga mengakui, perseroan membuka diri bagi mitra asing maupun lokal yang ingin mensukseskan aksi korporasi akuisisi tambang batu bara tersebut. "Sebab, hal itu merupakan salah satu opsi yang akan dipilih," ujar Diah.

Selain itu, Diah mengatakan bahwa perseroan pun siap mencari pendanaan melalui pasar modal, seperti melakukan penawaran umum terbatas (rights issue).

Seperti diketahui, per 31 Januari 2010, Olive Crest Corporation memiliki saham berkode MITI sebesar 23 persen, PT Panin Insurance Tbk lima persen, dan PT Surya Raya Guna Perkasa delapan persen. Sedangkan sisanya dimiliki publik.

Pada perdagangan Senin, MITI ditutup naik Rp 3 (5,88 persen) ke level Rp 54. Broker PT Panin Sekuritas Tbk dengan kode broker GR tercatat sebagai broker yang paling banyak mengoleksi saham Mitra Investindo.

Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta berpendapat, dengan pengalaman perseroan merambah sektor batu bara akan menjadi peluang yang positif bagi kinerja perusahaan. Pasalnya, akhir-akhir ini batu bara sedang mengalami defisit.

Tentunya, kata dia, selain akan memberikan sentimen positif pada kinerja perseroan, saham Mitra Investindo di lantai bursa juga menjadi menarik. "Tapi, untuk sementara ini lakukan trading buy saja," tutur Robin.
 
Sebelumnya, Mitra Investindo berniat menggelar rights issue 20-30 persen saham pada awal 2010. Perseroan berharap mampu meraup dana segar sebesar US$50-70 juta dari rencana tersebut.

"Kami menyiapkan dana sebesar US$50-70 juta dari rights issue untuk kebutuhan akuisisi perusahaan tambang batu bara," kata Direktur Utama Mitra Investindo Herman Setya Budi pada paparan publik perseroan di gedung bursa efek, Jakarta, belum lama ini.

Herman menambahkan, pihaknya telah menunjuk PT NISP Securities sebagai penasihat keuangan (financial advisor) untuk aksi korporasi tersebut. Penasihat itu akan berkoordinasi menentukan pembeli siaga (standby buyer) saham perseroan.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
komari mukhayat
20/03/2010
Saya bisa jadi marketingnya Terimakasih
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial