VIVAnews - PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) kabarnya akan mengakuisisi properti perhotelan dan perkantoran dalam waktu dekat ini.
Sumber VIVAnews menuturkan, pihak asing dikabarkan siap membantu pendanaan untuk mensukseskan rencana baru perseroan tersebut. "Kabarnya, kedua properti tersebut terletak di bilangan Jakarta," ujarnya di Jakarta, Jumat malam, 12 Februari 2010.
Presiden Direktur Alam Sutera Realty Tri Ramadi saat dikonfirmasi mengakui, aksi akuisisi hotel dan perkantoran sudah masuk dalam rencana perseroan di tahun ini. "Namun, hal itu masih dalam penjajakan," kata dia saat dihubungi VIVAnews di Jakarta, Senin, 15 Februari 2010.
Dia menambahkan, proyek yang akan menjadi target akuisisi perseroan adalah perhotelan dan perkantoran yang sudah terbangun. "Kita sengaja incar yang sudah jadi dan itu sudah ditawarkan beberapa broker properti," ujar Tri.
Tri pun mengakui, sudah ada sejumlah pihak asing yang menyatakan kesediaanya untuk membantu pendanaan perseroan dalam mengakuisisi hotel maupun perkantoran tersebut. "Tapi, semuanya juga masih dalam penjajakan," kata dia.
Pada perdagangan Jumat, 12 Februari 2010, ASRI ditutup naik Rp 2 (1,55 persen) di level Rp 131. Broker PT Semesta Indovest dengan kode broker MG tercatat sebagai broker yang paling banyak mengakumulasi saham Alam Sutera.
Per 31 Januari 2010, PT Argo Manunggal Land Development memiliki saham berkode ASRI sebesar 28,88 persen, PT Bukit Asri Padang Golf 5,94 persen, PT Manunggal Prime Developmen 13,38 persen, PT Selaras Ciptamunggal 11,86 persen, dan PT Tangerang Fajar Industrial sebanyak 16,7 persen. Sedangkan sisanya dimiliki publik.
Sebelumnya diketahui, Alam Sutera Realty berencana mengembangkan proyek properti superblok (mixed use development) tahap II.
"Paling cepat, 2010 baru bisa jalan," ujar Presiden Direktur Alam Sutera Realty Tri Ramadi kepada VIVAnews di Jakarta, belum lama ini.
Menurut Tri, dalam pembangunan superblok tersebut perseroan rencananya akan mengambil opsi bekerja sama dengan investor asing atau mengerjakan sendiri proyek itu.
"Kalau pengembang asing jadi ambil lahan kita, perseroan akan jajaki kerja sama atau ikut dalam pembangunan proyek properti mereka," tuturnya.
antique.putra@vivanews.com