VIVAnews - Selama 2009, tim riset PT BNI Securities memperkirakan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatat pendapatan Rp 6,9 triliun dengan laba bersih Rp 141 miliar.
"Target harga saham Adhi Rp 830 dengan menggunakan metode arus kas terdiskon (discounted cash flow/DCF). Rekomendasi buy," kata analis BNI Securities Maxi Liesyaputra dalam ulasannya tentang perseroan di Jakarta, Senin 15 Februari 2010.
Menurut dia, Adhi Karya meraih proyek pembangunan perkantoran Mangkuluhur Office Tower senilai Rp 455,5 miliar. Pemilik proyek ini adalah PT Wisma Purnayudha Putra dengan lokasi proyek di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
"Perkantoran Mangkuluhur akan memiliki 30 lantai," ujar dia.
Selain itu, Adhi pada 2010 akan fokus untuk membidik bisnis konstruksi jalan tol. Saat ini, perseroan sedang mengincar proyek pengerjaan lima ruas jalan tol.
Prestasi yang diraih perseroan dengan mendapatkan proyek baru bernilai signifikan akan menunjang pertumbuhan kinerja tahun ini.
Adhi Karya, dia melanjutkan, telah dipercaya untuk membangun gedung bertingkat tinggi, didukung oleh pengalaman panjangnya di bidang konstruksi.
"Kami juga memiliki outlook positif terhadap kinerja Adhi dalam beberapa tahun ke depan," ujarnya.
Hal itu terutama ditunjang oleh kebutuhan infrastruktur dan pembangunan gedung di Indonesia yang masih sangat tinggi.
Bahkan, ADHI juga optimistis untuk mendapatkan proyek pengerjaan jalan tol baru setelah sukses mengerjakan tol Kanci-Pejagan dengan menggunakan konsep Adhi Concrete Pavement System (ACPS).
Hingga transaksi Senin 15 Februari 2010 pukul 09.51 WIB, harga saham Adhi Karya melemah Rp 5 (1,29 persen) menjadi Rp 380.
Volume transaksi tercatat 360 lot senilai Rp 68,8 juta dengan frekuensi 12 kali. Saham Adhi sempat menyentuh level tertinggi Rp 385 dan terendah Rp 380.
arinto.wibowo@vivanews.com