VIVAnews - Taipan Prajogo Pangestu mengungkapkan semestinya Indonesia masuk dalam jajaran kekuatan ekonomi baru dunia bersama dengan China, India dan Rusia.
"Indonesia harusnya masuk negara BRIC, yakni Brazil, Rusia, India dan China," ujar Prajogo kepada VIVAnews di Jakarta, Minggu, 14 Februari 2010. "Tanpa Indonesia, kelompok itu tidak lengkap."
BRIC merupakan akronim dari negara-negara berkembang dengan pertumbuhan ekonomi cepat di dunia, yakni Brazil, Rusia, India dan China. Akronim ini pertama kali dikenalkan oleh Goldman Sachs pada 2001.
Dengan tingkat pertumbuhannya yang tinggi, mereka akan menjadi kekuatan ekonomi baru dunia. Peta kekuatan ekonomi dunia 2050 juga akan berubah. Goldman Sachs memperkirakan pada India dan China akan menjadi pemain global untuk produk manufaktur, sedangkan Brazil dan Rusia menjadi pemasok komoditas utama dunia.
Bahkan, BRIC berpotensi menjadi blok kekuatan baru dunia menghadapi Group-8, kelompok negara industri maju yang sudah berdiri.
Menurut Prajogo, dengan potensi ekonominya, Indonesia semestinya masuk dalam jajaran tersebut. Indonesia tergolong negara di Asia dengan pertumbuhan cukup tinggi di dunia.
Bahkan, pada 2009, merupakan satu dari tiga negara Asia dengan pertumbuhan ekonomi positif. Tahun lalu, ekonomi Indonesia tumbuh 4,5 persen atau lebih tinggi dari perkiraan awal pemerintah.
Indonesia juga merupakan eksportir komoditas utama dunia. Indonesia, saat ini dikenal sebagai pemasok utama untuk batu bara, kelapa sawit, karet dan lainnya. Negeri ini juga mempunyai populasi yang padat.
Ekonom Christianto Wibisono mengungkapkan bukan saja BRIC, Indonesia juga bisa digolongkan dalam kekuatan baru Asia, yang disebutkannya. Jadi, kata dia, istilah Chindia yang selama ini dikenal sebagai China dan India, semestinya juga memasukkan Indonesia.