VIVAnews - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menantang para pengusaha ritel moderen untuk menyediakan lebih banyak areal bagi usaha kecil dan menengah (UKM).
"Saya beri pekerjaan rumah untuk teman-teman dari Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia), waktu peluncuran Pojok Sahabat sudah terima pemasukan 10 persen dari UKM. Saya minta dalam lima tahun ke depan, akan ada peningkatan lagi," kata Mari di sela seminar "Meningkatkan Potensi Ritel Domestik Guna Menghadapi ACFTA" di Jakarta, Jumat 12 Februari 2010.
Mari menargetkan peningkatan hingga 30 persen dalam lima tahun ke depan untuk mendeteksi peningkatan suplai UKM ke ritel moderen.
Menanggapi tantangan itu, Ketua Asosiasi Matahari's Supplier Club (AMSC) Eddy Hartono selaku pemasok menyambut baik tantangan tersebut karena anggotanya mendapat fasilitas yang lebih luas untuk masuk ke pasar moderen.
"Permintaan itu buat kami sangat positif, tapi harus ada kemauan dari peritel," ujarnya.
Peritel yang tergabung dalam Aprindo menjawab tantangan tersebut jika pemasok dari UKM bisa memproduksi barang yang secara kualitas bisa kompetitif.
"Kami siap tampung sebanyak 30 persen. tapi perlu ada peningkatan daya saing produk UKM. Agar konsumen bisa memilih kualitas yang baik, dari segi packaging dan higienitas," ujar Ketua Umum Aprindo Benjamin J Mailool.
Dia yakin, dengan jaringan peritel nasional yang mencapai 10 ribu outlet di seluruh Indonesia, target 30 persen akan bisa tercapai.
Selain pengalokasian areal untuk UKM, menurut Benjamin, peritel melalui Permendag No. 53 Tahun 2008, telah memberi perlakuan khusus, baik dari sisi biaya pendaftaran, tata cara pembayaran, dan pembinaan seperti Pojok Demo Sahabat dan kampanye Aku Cinta Indonesia.
arinto.wibowo@vivanews.com