VIVAnews - Pengusaha-pengusaha kelas kakap asal Amerika Serikat akan berbondong menyerbu Indonesia, menjelang kedatangan Presiden Barack Husein Obama pada 21 Maret 2010.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi menjelaskan, misi dagang tersebut akan bertandang ke Indonesia pada 1 hingga 4 Maret 2010.
"Akan ada 30 pengusaha besar dari Amerika Serikat, seperti pemilik Grand Hyatt, Hilton, atau perusahaan furniture terbesar mereka," ujar Sofyan di sela-sela Seminar "Meningkatkan Potensi Ritel Modern Dalam Menghadapi FTA Asean-China" di Jakarta, Jumat, 12 Februari 2010.
Sementara, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, kedatangan misi dagang Amerika Serikat ke Indonesia diharapkan akan meningkatkan kembali ekspor Indonesia.
"Ekspor kita ke sana bervariasi, seperti tekstil, sepatu, dan elektronik. Saat mereka (misi dagang AS) datang, kita harus promosikan dan meminta supaya mereka menjelaskan aturan di sana yang berpotensi mempengaruhi ekspor kita," kata Mari.
Meski dikabarkan pemerintah Amerika Serikat tengah "memanas" dengan China, menurut Sofyan, tidak akan mempengaruhi secara langsung kondisi perekonomian Indonesia.
Itu karena, sasaran investasi kedua negara tersebut di Indonesia cukup berbeda. Amerika akan berkonsentrasi di sektor teknologi tingkat tinggi, sementara China akan di manufaktur.
"Saya tidak lihat ada korelasi antara memanasnya Amerika dan China dengan kita, kecuali kalau China tak bisa jualan di Amerika maka akan lempar ke Indonesia dengan banting harga," kata dia.
Untuk itu, Sofyan menilai pemerintah harus tetap berimbang supaya tidak ada dominasi suatu negara bercokol di Indonesia.