Bisnis
Kasus Petani "Kaya Mendadak"

Mandiri Bantah Minta Alimin Tutup Mulut

Sukariyanto membantah Bank Mandiri pernah meminta agar Alimin tutup mulut.

Selasa, 9 Februari 2010, 14:25 WIB
Heri Susanto
Gedung Bank Mandiri (VivaNews/ Nur Farida)

VIVAnews - PT Bank Mandiri Tbk menegaskan bahwa tidak ada yang dirugikan dalam kasus simpanan Haji Alimin, seorang petani Pare-Pare, Sulawesi yang menjadi buah bibir gara-gara simpanannya bertambah Rp 13 triliun.

"Yang jelas, sudah dijelaskan kepada beliau (Alimin) dan tidak ada masalah lagi," ujar Sukariyanto Saputro, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri saat dikonfirmasi VIVAnews di Jakarta, Selasa, 9 Februari 2010.

Dia menekankan kasus simpanan Alimin sudah dituntaskan. "Tidak ada yang dirugikan," katanya.

Sukariyanto membantah Bank Mandiri pernah meminta agar Alimin tutup mulut agar kasus ini tidak terbongkar. "Sudahlah, tidak usah diributkan. Itu kasus sudah lama."

Dia menekankan salah pencet akibat human error adalah suatu kesalahan yang bisa saja terjadi. "Kalau mencet jutaan, tidak sengaja mengetik lagi, jadinya banyak. Ketik 1000 jadi 1000.000, bisa saja terjadi," katanya.

Tetapi, Sukariyanto kesalahan itu langsung dikoreksi karena begitu ada kesalahan bisa langsung ketahuan. Sebab, sistem di Bank Mandiri juga sudah berjalan dengan baik. "Jadi, nasabah tidak perlu khawatir."

Haji Alimin, seorang petani Pare-pare kini menjadi buah bibir karena "kaya mendadak" mengaku pernah didatangi oleh pihak Bank Mandiri agar tidak menyampaikan ke masyarakat.

"Saya didatangi sebanyak tiga kali. Saya lupa waktunya, tapi mereka datang pas setelah saya mengetahui adanya penambahan Rp 13 triliun di nomor rekening saya," tutur Haji Alimin kepada VIVAnews, semalam.

Menurut Alimin, pihak Bank Mandiri mendatangi rumahnya di Jl Gunung Tolong no 21, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, guna meminta Alimin agar tidak menceritakan persoalan tersebut ke masyarakat umum. Dikatakan Alimin, Bank Mandiri saat itu meminta agar dirinya dan pihak Bank saja yang mengetahui ini.

Alimin mengatakan, pihak Bank Mandiri yang datang kerumahnya sempat menyinggung, jika persoalan tersebut bocor, maka akan mengganggu nama baik Bank Mandiri serta akan berpengaruh pada pekerjaannya.

"Saya juga tidak tahu maksudnya. Tapi intinya begitu dan saat itu juga dia (pihak Mandiri) berjanji akan memperbaiki rekening saya," tambah Alimin lagi.

Alimin, yang saat ini berumur 63 tahun adalah seorang petani biasa. Warga Jl. Gunung Tolong, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Pare-pare ini menjadi perbincangan banyak orang, setelah tabungannya membengkak menjadi Rp 13 triliun.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial