Angket Century
PKS Sebut Boediono, PDIP Masih Bicara Lembaga
"Bagi kami, yang penting adalah substansi," kata Pramono Anung, Sekjen PDIP.
Selasa, 9 Februari 2010, 13:06 WIB
Arfi Bambani Amri, Anggi Kusumadewi
Megawati Soekarnoputri & Pramono Anung (Antara/ Widodo S Jusuf)
VIVAnews - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan belum mau menyebut nama dalam kasus bail out Bank Century yang bermasalah. "PDIP tidak mau terjebak dengan persoalan nama," kata Sekretaris Jenderal PDIP, Pramono Anung.
Pramono menyatakan, yang jelas PDIP telah menyebutkan kesalahan yang ada secara gamblang tanpa perlu menyebut nama. "Bagi kami, yang penting adalah substansi," kata Pram di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 9 Februari 2010.
Substansi dimaksud PDIP adalah pertama, terdapat tindak pidana korupsi, maka KPK semestinya proaktif untuk menindaklanjuti. "Namun, kami lihat saat ini KPK belum full speed dalam menindaklanjuti temuan ini," ujar Pram.
Kedua, kebijakan terkait politik, silakan diputuskan di parpol. "Saya meyakini, tidak ada orang yang berani bermain dalam soal Century ini. Kalau ada yang berani, maka mereka akan dihukum rakyat di Pemilu 2014."
Pramono juga membantah isu bahwa PDIP mengincar kursi Gubernur Bank Indonesia. "Enggak sama sekali. Gubernur BI apa? PDIP itu selalu berpolitik yang terang benderang," ujarnya.
Sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera melalui anggotanya di Pansus, Mahfudz Siddiq, secara terbuka menyebut Boediono dan Sri Mulyani sebagai penanggung jawab kasus Century. Boediono memikul 80 persen, sementara Sri Mulyani 20 persen. Sementara Presiden, menurut PKS, tidak terlibat.
heru
09/02/2010
saya simpati terhadap PKS, tapi kali ini saya kecewa,PKS sudah terpancing oleh skenario oposisi, suka menyalakan orang yg belum tentu salah..sungguh sangat jauh berbeda dengan sikap PKS yg santun & elegan, apa sekarang sudah menjadi sombong ya..kalau ya..
datuk
09/02/2010
AR aja ada kasus menerima uang utk jalan-jalan ke luar negeri knp tdk di usut. Jangan jadi partai munafik deh, org juga tahu bgmn kelakuan partai ini.
gua heran neh sama PKS...???,begitu tegasnya menyebut kesalahan orang,padahal belum di buktikan didepan pengadilan,kayaknya harus belajar pencitraan yang baek deh,coba liat caranya PDIP sekarang, begitu tegas,santun lagi..kita tau bahwa sebagian besar rak
hendra sang pembelajar
09/02/2010
to harmanuadi: jangan sembarangan ngomong n nuduh bluurrr!!!, media banyak yang melintir kata2
harmanuadi
09/02/2010
PKS sikapnya begitu nggak heran ............ wong dia pengin jadi wapres kok, hanya saja kemarin SBY nggak mau wapres dari PKS, makanya Budiono
digoyang goyang terus biar turun dan dia berharap wapresnya dari PKS ......
Lihat aja dia lebih vokal dari
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar