VIVAnews - PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) dikabarkan bakal mengakuisisi tambang batu bara baru untuk meningkatkan produksi komoditas tersebut pada anak usahanya.
"Kabarnya, pembelian tambang itu akan dilakukan perseroan melalui anak usahanya," kata sumber VIVAnews di Jakarta, Senin malam, 8 Februari 2010.
Direktur Utama Truba Alam Sidarta Sidik saat dimintai konfirmasinya mengaku, tidak bisa menjawab perihal itu. Sebab, segala informasi perseroan keluar melalui sekretaris perusahaan. "Coba hubungi Pak Gamala ya," tuturnya kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa, 9 Februari 2010.
Namun, sampai berita ini diturunkan, Sekretaris Perusahaan Truba Alam Gamala V Katoppo belum bisa dimintai konfirmasi. Sebab, telepon selulernya terus dalam nada sibuk.
Per 30 Desember 2009, Indo Infrastructure Group PTE memiliki saham berkode TRUB sebesar 14,72 persen, PT Alam Manunggal 10,22 persen, dan PT Mandal Kapital mencapai 27,97 persen. Sedangkan sisanya dimiliki publik.
Pada perdagangan Senin, TRUB ditutup melemah Rp 2 (1,61 persen) ke level Rp 122. Broker PT Lautan Dhana Securindo dengan kode YJ tercatat sebagai salah satu broker yang paling banyak mengoleksi saham Truba.
Pengamat pasar modal Deni Hamzah berpendapat, sebaiknya para pemodal mencermati kepastian aksi korporasi perseroan tersebut, sebelum mengambil posisi. "Kalau hanya sebatas wacana sebaiknya hold. Sebaliknya bila benar, akumulasi beli," tuturnya.
Sementara itu, PT Truba Jaya Engineering, anak usaha Truba Alam Manunggal Engineering memenangi proyek dari PT Chevron Pacific Indonesia untuk kontrak jasa konstruksi tarif berbasis satuan pekerjaan (paket C). Pengumuman pemenang lelang dilakukan pada 2 Februari 2010.
Sekretaris Perusahaan Truba Alam Manunggal Gamala V Katoppo dalam penjelasan tertulis perseroan yang dipublikasikan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis 4 Februari 2010 mengatakan, nilai kontrak proyek sebesar US$ 98,88 juta.
Sebelumnya, Truba Jaya juga memperoleh proyek kelistrikan senilai US$ 5,5 juta.
antique.putra@vivanews.com