VIVAnews - Harga saham PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) pada tiga menit pertama transaksi Selasa 9 Februari 2010 menguat Rp 10 (1,78 persen) ke posisi Rp 570.
Harga saham BUMN konstruksi yang mulai diperdagangkan hari ini di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu stabil hingga 10 menit pertama perdagangan. Volume transaksi tercatat 122,48 ribu lot senilai Rp 35,4 miliar dengan frekuensi 673 kali.
Saham Pembangunan Perumahan sempat mencatat level tertinggi Rp 580 dan terendah Rp 560.
Sebelumnya, beberapa pengamat pasar modal mengatakan, saham Pembangunan Perumahan diperkirakan hanya menguat tipis pada perdagangan perdananya.
Potensi kenaikan tipis saham PP diperkirakan karena kondisi pasar modal sedang dalam zona negatif.
Direktur PT Reliance Securities Tbk Stefanus P Susanto mengatakan, saham Pembangunan Perumahan memiliki prospek bagus. Meski demikian, pencatatan saham perseroan digelar di tengah pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG).
"Kalau harganya turun saat perdagangan perdana, berarti dipengaruhi oleh indeks," kata Steve saat dihubungi VIVAnews, Senin 8 Februari 2010.
Sementara itu, pengamat pasar modal Gunawan Tjandra menambahkan, saham perdana PP berpotensi menguat tipis. "Setelah, itu, investor akan rebutan menjual," tuturnya.
Pembangunan Perumahan melepas 21,4 persen saham ke publik. Harga perdana saham Rp 560 per unit.
Paska IPO, kepemilikan pemerintah tetap 51 persen, karyawan 27,6 persen dan sisanya publik. Dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha sebesar 60
arinto.wibowo@vivanews.com
• VIVAnews