VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia sekali lagi bergerak melemah saat perdagangan dimulai. Sentimen eksternal dinilai masih menjadi acuan pergerakan indeks domestik.
Menurut PT Mega Capital Indonesia melalui riset yang diterima VIVAnews hari ini, sentimen negatif dari bursa global dan regional, serta harga komoditas kembali mendorong pelemahan indeks.
Sekuritas tersebut memproyeksikan, IHSG akan bergerak pada batas bawah (support) 2.430 dan batas atas (resistance) 2.520, dengan target harian (intraday) di kisaran level 2.400-2.560.
IHSG terkoreksi 13,16 poin (0,53 persen) ke level 2.462,41 pada awal transaksi Selasa, 9 Februari 2010. Pada pra pembukaan (pre-opening) tadi, indeks stagnan di posisi 2.475,57.
Sedangkan bursa Asia, saat IHSG dibuka bergerak variatif. Indeks Hang Seng terangkat 86,90 poin (0,44 persen) di posisi 19.637,79, namun Nikkei 225 melemah 44,17 atau 0,44 persen menjadi 9.907,65, dan Straits Times terkoreksi 3,62 (0,13 persen) ke level 2.690.00.
Bursa Wall Street pada perdagangan Senin sore waktu New York, atau Selasa dini hari WIB kembali negatif. Indeks harga saham Dow Jones terkoreksi 103,84 poin (1,04 persen) menjadi 9.908,39, indeks harga saham indikator Standard & Poor's 500 turun 9,45 poin atau 0,89 persen ke level 1.056,74, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq melemah 15,07 poin (0,70 persen) di posisi 2.126,05.
Sementara itu, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang pada perdagangan awal pekan ini ditutup terkoreksi di posisi Rp 2.400, pagi ini dibuka kembali turun Rp 25 (1,04 persen) ke level Rp 2.375.
antique.putra@vivanews.com