Panitia Angket Century

Demokrat Akui Ada Kekurangan BI

"Kami melihat dalam Bank Indonesia juga ada pengawasan yang kurang."

Selasa, 9 Februari 2010, 04:43 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Mohammad Adam
Pansus Century: Boediono (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Kemarin, Panitia Khusus Angket Century menggelar rapat dengan agenda pandangan sementara fraksi-fraksi. Fraksi terbesar, Demokrat bersikukuh menyatakan kebijakan mengenai dana talangan bagi Bank Century sudah tepat.

Padahal, mayoritas fraksi menemukan sejumlah indikasi pelanggaran dalam penggelontoran dana talangan dan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) ke Bank Century.

"Kebijakan (FPJP) ini tak bisa disalahkan. Sudah tepat menurut kami," ujar Soetan dalam acara Apa Kabar Indonesia di tvOne, Senin malam 8 Februari 2010.

Demokrat, kata Soetan, menganggap kebijakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melakukan penyelamatan Bank Century sudah tepat karena demi kepentingan yang lebih besar sebagai antisipasi dampak krisis keuangan dunia agar jangan sampai terjadi di Indonesia.

Namun Fraksi Demokrat, lanjut dia, tetap mendukung kerja pansus. Sebab Demokrat juga mengakui ada kekurangan dalam pengawasan Bank Indonesia (BI).

"Kami melihat dalam Bank Indonesia juga ada pengawasan yang kurang. Ada juga yang mungkin menerima aliran dana dari Robert Tantular (mantan pemilik Century)," kata Soetan.

Oleh karena itu Demokrat tetap mendukung kasus ini diungkap seterang-terangnya kepada masyarakat. Siapa yang bersalah secara melawan hukum yang berlaku, memang harus bertanggung jawab. "Silahkan, mari kita bongkar bersama," kata Soetan.

Dalam kesimpulan terakhir pun Demokrat menyatakan bahwa mendukung sepenuhnya proses hukum bila nantinya ditemukan adanya tindak pidana dalam kasus Bank Century, baik oleh pemilik atau oknum yang lain.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ