Bisnis
Besok, Perdagangan Perdana

Saham PP Listing di Tengah Terpuruknya IHSG

Meski demikian, saham PP masih berpeluang menguat tipis karena prospek bagus.

Senin, 8 Februari 2010, 15:54 WIB
Arinto Tri Wibowo, Nerisa
Konstruksi (Vivanews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Saham PT Pembangunan Perumahan Tbk (PP) diperkirakan hanya menguat tipis pada hari perdana perdagangan Selasa 9 Februari 2010. Besok, BUMN konstruksi itu akan mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Potensi kenaikan tipis saham PP diperkirakan karena kondisi pasar modal sedang dalam zona negatif. 

Direktur PT Reliance Securities Tbk Stefanus P Susanto mengatakan, saham Pembangunan Perumahan memiliki prospek bagus. Meski demikian, pencatatan saham perseroan digelar di tengah pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG).

"Kalau harganya turun saat perdagangan perdana, berarti dipengaruhi oleh indeks," kata Steve saat dihubungi VIVAnews di Jakarta, Senin 8 Februari 2010.

Steve memperkirakan, penurunan indeks hari ini bisa berkelanjutan hingga di bawah level 2.400. Penurunan indeks disebabkan sentimen negatif global, terutama dari Eropa, Yunani, dan Spanyol.

"Ini momentum yang tidak biasa dan krisis tersebut tidak bisa diselesaikan dengan mudah," ujarnya.

Dia menambahkan, indeks berpeluang bergerak di bawah level 2.400 jika terkuak informasi lain dari Eropa.

Sementara itu, pengamat pasar modal Gunawan Tjandra menambahkan, saham perdana PP berpotensi menguat tipis. "Setelah, itu, investor akan rebutan menjual," tuturnya.

Pembangunan Perumahan melepas 21,4 persen saham ke publik. Harga perdana saham mengerucut ke level Rp 560 per unit.

Paska IPO, kepemilikan pemerintah tetap 51 persen, karyawan 27,6 persen dan sisanya publik. Dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha sebesar 60 persen dan 40 persen guna menambah modal kerja.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial