VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali bergerak negatif saat awal transaksi. Padahal, bursa Wall Street yang menjadi acuan pelaku pasar berhasil berbalik arah menguat (rebound).
Menurut PT Mega Capital Indonesia melalui riset yang diterima VIVAnews hari ini, belum berakhirnya sentimen negatif eksternal (terutama indeks regional Asia) dan internal kembali mendorong berlanjutnya pelemahan IHSG.
Sekuritas tersebut memproyeksikan, IHSG akan bergerak pada batas bawah (support) 2.480 dan batas atas (resistance) 2.585, dengan target harian (intraday) di kisaran level 2.440-2.655.
IHSG terkoreksi 3,67 poin (0,15 persen) ke level 2.515,30 pada awal transaksi Senin, 8 Februari 2010. Pada pra pembukaan (pre-opening) tadi, indeks stagnan di posisi 2.518,98.
Bursa Asia, saat IHSG dibuka juga bergerak negatif seperti indeks Hang Seng terkoreksi 62,03 poin (0,32 persen) di posisi 19.603,05 dan Nikkei 225 melemah 49,11 atau 0,49 persen menjadi 10.007,98.
Sedangkan bursa Wall Street pada perdagangan Jumat sore waktu New York, atau Sabtu dini hari WIB kembali positif. Indeks harga saham Dow Jones terangkat 10,05 poin (0,10 persen) menjadi 10.012,23, indeks harga saham indikator Standard & Poor's 500 naik 3,08 poin atau 0,29 persen ke level 1.066,19, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq menguat 15,69 poin (0,74 persen) di posisi 2.141,12.
Sementara itu, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup terkoreksi di posisi Rp 2.450, pagi ini dibuka stagnan di level yang sama.
antique.putra@vivanews.com