FTA China-ASEAN

Di Glodok, Makanan Asal China Tidak Laku

Produk makanan China justru dihindari oleh masyarakat menyusul merebaknya kasus formalin.

Jum'at, 5 Februari 2010, 18:15 WIB
Heri Susanto, Ferial
  (yupindo.com)

VIVAnews - Pemberlakuan perjanjian perdagangan bebas Free Trade Aggrement (FTA) ASEAN - China tidak selalu berdampak terhadap pasar di Indonesia. Misalnya saja untuk produk makanan.

Setidaknya itu terlihat dari pantauan VIVAnews di Pasar Glodok Pancoran, Jakarta Barat, Jumat, 5 Februari 2010. Bahkan, produk makanan China justru dihindari oleh masyarakat menyusul merebaknya kasus makanan mengandung formalin dari China beberapa waktu lalu.

"Masyarakat Indonesia telah hilang kepercayaan kepada produk makanan China," ujar Mimi, seorang pemilik Toko Manisan yang juga bernama "Mimi".

Menurut dia, produk makanan China sekarang kurang laris di pasaran. Bahkan, produk tersebut sekarang sudah berkurang sehingga digantikan produk makanan dari Singapura.

“Untuk produk makanan jenis coklat dan permen banyak dari Singapura,” kata dia.
 
Dari pantauan sejumlah toko makanan di pasar Glodok Pancoran, pembeli memang banyak berkerumun. Mereka umumnya membeli coklat bulat dan coklat Heart.

Harga perkilogram (kg) kedua jenis coklat ini adalah Rp 135.000. Sedangkan untuk harga per ons Rp 15.000. Sementara produk lain yang dijual seperti kebanyakan toko makanan pada umumnya menjual makanan ringan seperti jenis kacang-kacangan dan kuaci putih.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
takut formalin
06/02/2010
paling enak ya jajanan pasar: grontol, gethuk, cenil, lupis, tiwul, tapi harus ke pasar pagi2, sole kalo kesiangan dah habis
Balas   • Laporkan
agung21
06/02/2010
cintailah produk dalam negeri
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ