VIVAnews - Rencana pendistribusian tertutup Bahan Bakar Minyak bersubsidi untuk transportasi belum terrealisir, namun pemerintah sudah mulai mengkaji pembatasan konsumsi BBM bersubsidi untuk transportasi laut.
"Kajian pembatasan sudah dimulai," kata Kepala BPH Migas Tubagus Haryono di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu 3 Februari 2010.
Tubagus mengatakan, untuk merealisasikan pembatasan konsumsi tersebut bukan perkara mudah. Pasalnya konsumsi BBM bersubsidi terbesar adalah nelayan. "Kita tahu pembatasan BBM bagi nelayan sangat susah. Bisa saja nelayan Bali beli BBM di Jawa," katanya.
hadi.suprapto@vivanews.com