Bisnis
Sesi I Tutup

Regional Positif, IHSG Genggam Level 2.600

IHSG terangkat 20,39 poin (0,79 persen) menjadi 2.600,64.

Rabu, 3 Februari 2010, 12:10 WIB
Arinto Tri Wibowo
Bursa Efek Indonesia (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Pergerakan positif indeks bursa regional Asia dan sentimen membaiknya penjualan otomotif di Amerika Serikat (AS) memicu aksi beli selektif di pasar saham domestik.

Hingga akhir perdagangan sesi pertama, Rabu 3 Februari 2010, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mampu menguat dan mempertahankan posisinya di level 2.600.

IHSG terangkat 20,39 poin (0,79 persen) menjadi 2.600,64. Volume transaksi mencapai 5,97 juta lot senilai Rp 2,07 triliun dengan frekuensi 44.558 kali. Sebanyak 125 saham menguat, 73 stagnan, dan 36 saham lainnya melemah. Sementara itu, 251 saham tidak terjadi transaksi.

IHSG sempat menyentuh level tertinggi 2.606,28 dan terendah 2.580,65.

Saham-saham yang mengontribusi kenaikan IHSG di antaranya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menguat Rp 300 (1,31 persen) menjadi Rp 23.100, PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp 250 (1,51 persen) ke posisi Rp 16.750, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) terangkat Rp 250 (1,51 persen) menjadi Rp 16.750.

Tim riset PT Reliance Securities Tbk mengatakan, penguatan IHSG hari ini ditopang kenaikan indeks bursa di beberapa negara.

Membaiknya penjualan otomotif di Amerika Serikat (AS) selama Januari 2010 dibanding tahun lalu menjadi sentimen positif bagi IHSG.

Namun, pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) pada Kamis 4 Februari 2010 akan mempengaruhi aliran dana ke dalam negeri. BI rate diperkirakan bertahan sebesar 6,5 persen.

Secara teknis, IHSG masih berpotensi menguat terbatas hingga akhir perdagangan hari ini. Namun, dalam jangka pendek, IHSG masih belum dapat menguji tren bullish.

Sementara itu, di bursa Asia, indeks Hang Seng menguat 261,16 poin (1,29 persen) menjadi 20.533,34, Nikkei 225 naik 45,44 poin (0,44 persen) ke posisi 10.416,46, dan Straits Times terangkat 26,64 poin (0,98 persen) menjadi 2.747,51.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial