"Hadapi China, Bunga Kredit Harus Diturunkan"

China saat ini suku bunga kreditnya bisa hanya 4-5 persen.

Rabu, 3 Februari 2010, 11:56 WIB
Heri Susanto, Agus Dwi Darmawan
  (Adri Prastowo)

VIVAnews - Komisi VI DPR meminta perbankan di Indonesia agar bisa menurunkan suku bunga kredit. Utamanya kredit ini untuk ketahanan pangan dan energi agar bisa diprioritaskan.

Anggota Fraksi Partai Gerindra, Edy Prabowo mengatakan penurunan suku bunga ini penting untuk menghadapi perdagangan bebas Asean-China (ACFTA)

"Kalau diturunkan itu akan mendorong pertumbuhan industri," kata Edy kepada peserta rapat yang menghadirkan jajaran direktur Bank BRI, Mandiri dan BNI, Rabu 3 Februari 2010.

Edy pun memaksa penurunan ini dengan cara membandingkan suku bunga kredit di Indonesia dengan China. "Kenapa China bisa murah?," Edy beralasan. "Saya mau tanya, bagaimana caranya agar suku bunga kredit itu bisa lebih turun lagi sehingga memperkuat sektor riil dan kita semakin siap menghadapi ACFTA," kata dia.

China, kata Edy, saat ini suku bunga kreditnya bisa hanya 4-5 persen atau terbilang rendah bila dibandingkan suku bunga kredit Indonesia yang sebesar 12 hingga 13 persen. Bahkan untuk suku bunga kredit mikro besarnya mencapai 22 persen.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
John S. Guntoro
01/11/2010
Knp China lbh menarik drpd Indonesia? 1. Etos kerja,karakter dan profesional 2. Transparansi biaya dan jangka waktu dlm perizinan usaha 3. Kemudahan akses infomasi bisnis dan keuangan 4. Praktek hukum yg fair 5. Pemerintah China perduli,pemerintah kita?
Balas   • Laporkan
akhmad basuki
13/10/2010
pak ujang itu problem lama orang jualan singkong aja udh tahu apalagi anggota dewan yg jadi masalah satu aja sengaja masalah itu dipupuk diamankan biar bs kolusi dan yg miskin agar tetap tetap miskin
Balas   • Laporkan
Ujang
05/02/2010
masalahnya bukan hanya suku bunga kredit, Pak Anggota Dewan. Indonesia sangat terkenal akan "high cost economy", jadi coba dipermudah masalah birokrasi dan meminimalkan segala biaya yang bisa membebani biaya produksi
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ