VIVAnews - Komisi VI DPR meminta perbankan di Indonesia agar bisa menurunkan suku bunga kredit. Utamanya kredit ini untuk ketahanan pangan dan energi agar bisa diprioritaskan.
Anggota Fraksi Partai Gerindra, Edy Prabowo mengatakan penurunan suku bunga ini penting untuk menghadapi perdagangan bebas Asean-China (ACFTA)
"Kalau diturunkan itu akan mendorong pertumbuhan industri," kata Edy kepada peserta rapat yang menghadirkan jajaran direktur Bank BRI, Mandiri dan BNI, Rabu 3 Februari 2010.
Edy pun memaksa penurunan ini dengan cara membandingkan suku bunga kredit di Indonesia dengan China. "Kenapa China bisa murah?," Edy beralasan. "Saya mau tanya, bagaimana caranya agar suku bunga kredit itu bisa lebih turun lagi sehingga memperkuat sektor riil dan kita semakin siap menghadapi ACFTA," kata dia.
China, kata Edy, saat ini suku bunga kreditnya bisa hanya 4-5 persen atau terbilang rendah bila dibandingkan suku bunga kredit Indonesia yang sebesar 12 hingga 13 persen. Bahkan untuk suku bunga kredit mikro besarnya mencapai 22 persen.