VIVAnews - Sentimen positif penguatan indek Dow Jones dan bursa Asia merembet ke pasar saham domestik. Investor kembali memulai aksi beli pada beberapa saham yang sebelumnya terkoreksi signifikan.
Kondisi itu memicu indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal transaksi Rabu 3 Februari 2010 dibuka menguat.
Potensi kenaikan IHSG mulai terlihat sejak sesi prapembukaan. Saat itu, IHSG menguat 18,18 poin (0,7 persen) ke level 2.598,44. Sementara itu, pada saat dibuka, indeks juga melanjutkan kenaikan ke posisi 2.598,71 atau terangkat 18,46 poin (0,71 persen).
Analis PT BNI Securities Maxi Liesyaputra dalam risetnya mengatakan, pada perdagangan hari ini IHSG berpotensi mengalami pembalikan arah atau rebound setelah mencatat penurunan tiga hari berturut-turut.
Menurut dia, pada transaksi Selasa 2 Februari 2010 waktu AS, indeks Dow Jones mencatat penguatan yang cukup signifikan sebesar 111 poin (1,09 persen). Penguatan Dow didorong beberapa hal di antaranya kenaikan indeks penjualan rumah pada Desember 2009 sebesar satu persen menjadi 96,6.
"Sentimen positif lainnya adalah laporan keuangan yang cukup menggembirakan dari Whirlpool Corp dan Cummins Inc," ujar Maxi.
Potensi penguatan indeks hari ini juga akan didorong oleh sentimen positif dari pergerakan positif bursa regional Asia Pasifik pagi ini. Kurs rupiah semakin kuat di posisi Rp 9.325 per US$ dibanding kemarin Rp 9.355 per US$.
Di bursa Asia, indeks Nikkei 225 menguat 29,51 poin (0,28 persen) menjadi 10.400,6, Hang Seng menjadi 20.374,02 atau menguat 101,84 poin (0,5 persen), dan Straits Times naik 19,33 poin (0,71 persen) ke posisi 2.740,2.
Harga berbagai jenis logam di London Metal Exchange (LME) mengalami kenaikan. Penguatan signifikan dicatat oleh nikel dan timah.
"Kami perkirakan indeks hari ini bergerak di kisaran 2.570 hingga 2.620," ujarnya.
arinto.wibowo@vivanews.com