VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia terus bergerak di teritori negatif, sejak pembukaan transaksi pagi tadi.
Menurut PT Reliance Securities Tbk dalam riset yang diterima VIVAnews hari ini, IHSG masih melemah karena terdorong sentimen negatif pelemahan bursa global dan regional. Selain itu, turunnya harga komoditas, terutama minyak mentah dan batu bara juga menjadi pemicu.
Sekuritas tersebut menambahkan, pengumuman inflasi oleh Badan Pusat Statistik, di mana Inflasi Januari mengalami kenaikan turut mempengaruhi pergerakan IHSG.
Indeks akhir sesi I Senin, 1 Februari 2010, terhempas 28,25 poin atau 1,09 persen ke level 2.582,54, dari awal transaksi pagi tadi yang melemah 11,50 poin (0,44 persen) di posisi 2.599,29.
Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 1,39 triliun dan volume tercatat 3,69 juta lot, dengan frekuensi 28.842 kali. Sebanyak 42 saham menguat, 120 melemah, 56 stagnan, serta 267 saham tidak terjadi transaksi.
Saham-saham komoditas yang melemah cukup besar antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp 600 (2,51 persen) di posisi Rp 23.250, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) terkoreksi Rp 450 atau 2,61 persen menjadi Rp 16.750, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melemah Rp 200 (0,63 persen) ke level Rp 31.200.
Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak negatif. Indeks Hang Seng terkoreksi 109,89 poin (0,55 persen) di posisi 20.012,10, Nikkei 225 turun 4,17 atau 0,04 persen menjadi 10.193,87, dan Straits Times melemah 8,40 poin atau 0,31 persen ke level 2.736,95.
Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg, rupiah pukul 12.00 WIB, berada di posisi 9.392 per dolar AS. Data RTI menunjukkan, mata uang lokal tersebut bercokol di level 9.355/US$.
antique.putra@vivanews.com