VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia bercokol di zona merah di awal perdagangan pekan ini. Sentimen negatif bursa regional dan global dinilai menjadi pemicunya.
Menurut PT Mega Capital Indonesia melalui riset yang diterima VIVAnews hari ini, pergerakan IHSG dalam pekan ini masih banyak dipengaruhi laju indeks di bursa global dan regional, serta harga komoditi.
Selain itu, sekuritas tersebut mengakui, langkah BPS pada pekan ini yang akan mengumumkan data inflasi Januari yang menurut median estimasi Bloomberg sebesar 3,51 persen (YoY) dan 0,63 persen (MoM) turut menjadi perhatian pemodal.
Mega Capital memproyeksikan, IHSG akan bergerak pada batas bawah (support) 2.570 dan batas atas (resistance) 2.635, dengan target harian (intraday) di kisaran level 2.530-2.660.
IHSG terkoreksi 11,50 poin (0,44 persen) ke level 2.599,29 pada awal transaksi Senin, 1 Februari 2010. Pada pra pembukaan (pre-opening) tadi, indeks stagnan di posisi 2.601,79.
Bursa Asia, saat IHSG dibuka juga bergerak negatif. Indeks Hang Seng terhempas 201,39 poin (1,00 persen) di posisi 19.920,60, Nikkei 225 melemah 39,29 atau 0,39 persen menjadi 10.158,75, dan Straits Times turun 17,88 atau 0,65 persen ke level 2.727,47.
Sedangkan bursa Wall Street pada perdagangan Jumat sore waktu New York, atau Sabtu dini hari WIB kembali negatif. Indeks harga saham Dow Jones terkoreksi 53,13 poin (0,52 persen) menjadi 10.067,33, indeks harga saham indikator Standard & Poor's 500 turun 10,66 poin atau 0,98 persen ke level 1.073,87, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq melemah 31,65 poin (1,45 persen) di posisi 2.147,35.
Sementara itu, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup terkoreksi di posisi Rp 2.475, pagi ini melemah Rp 25 (1,01 persen) ke level Rp 2.450.
antique.putra@vivanews.com