Bisnis
Kasus Bank Century

Sampoerna "Buka Kartu" Pecah Deposito Century

Robert Tantular di Pansus Bank Century mengungkap pemecahan deposito inisiatif Boedi.

Jum'at, 29 Januari 2010, 09:16 WIB
Heri Susanto
Boedi Sampoerna (istimewa (vivanews))


VIVAnews - Boedi Sampoerna melakukan klarifikasi soal pemecahan simpanan deposito kontroversial senilai US$ 43 juta atau Rp 400 miliar di PT Bank Century sebelum bank ini di-bail-out oleh pemerintah.

Klarifikasi itu disampaikan pengacara Boedi Sampoerna, Eman Achmad kepada Badan Pemeriksa Keuangan di Jakarta, Kamis, 28 Januari 2010. Penjelasan itu disampaikan karena dalam laporan audit BPK yang menyebutkan bahwa pemecahan deposito diduga sebagai upaya menyiasati aturan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengenai penjaminan dana nasabah maksimum Rp 2 miliar.

Tudingan ini dihembuskan oleh Robert Tantular di depan sidang Pansus Bank Century bahwa pemecahan itu adalah inisiatif Boedi melalui stafnya Rudy Soraya dalam pertemuan pada 14 November 2008 di kantor Century Jakarta.

"Padahal sama sekali hal itu tidak benar," kata Eman dalam siaran pers yang diterima VIVANews di jakarta, Kamis malam, 28 Januari 2010.

Dalam pertemuan klarifikasi ke BPK, menurut Eman, pihak Boedi memberikan data-data dan menjelaskan duduk persoalan yang sesungguhnya soal pemecahan simpanan tersebut.

“Kami jelaskan semua data-data dan fakta serta kronologis pertemuan tanggal 14 November," katanya. Dari data dan fakta itu, kata dia, tidak satupun yang menunjukkan Boedi yang berinisiatif dalam pemecahan tersebut. 

Eman juga menjelaskan soal kedudukan Rudy Soraya dalam pertemuan itu dan siapa sesungguhnya dia. Dia mengakui Rudy Soraya memang hadir dalam pertemuan itu, tapi dia bukanlah dalam posisi yang ditunjuk dan diberi hak untuk mewakili Boedi dalam pertemuan itu.

Robert juga tahu posisi dan kedudukan Rudy sehingga menjadi sangat janggal dan tidak logis pengakuan bekas pemilik Bank Century ini bahwa pemecahan simpanan itu diminta oleh perwakilan Boedi yaitu Rudi Soraya.

"Rudi tidak dalam posisi mewakili Boedi. Apalagi diberi hak memutuskan sesuatu," katanya. "Robert tahu persis soal ini, kami sampaikan juga bukti-bukti kuat yang membantah hal ini.”

• VIVAnews
Rating
Komentar
toink
01/02/2010
saya usul kepada pansus century supaya bisa menghadirkan uya kuya untuk menghipnotis para saksi
Balas   • Laporkan
Hipnotisme
01/02/2010
susah susah amat... serahkan saja para tersangka dan saksi pada Romy rafael atau Uya Kuya.... di Hipnotis kan bisa ngomong jujur.. siapa dan kemana aliran dana Century tsb? dan siapa yang bertanggung jawab... Okelah Kalau Begitu.....
Balas   • Laporkan
Ophan Lamara
01/02/2010
5 thn = 6,7triliun.....gmn kalo mimpin 32 thn ya?
Balas   • Laporkan
M. iWANSYAH
01/02/2010
Perlu Kedewasaan dari Pemimpin kita untuk melihat persoalan sesungguhnya...betapapun pahit faktanya..demi kebenaran harus diungkapkan..
Balas   • Laporkan
Setya
01/02/2010
Segera kasus century diselesaikan, itu akan menggangu kinerja pemerintah. Rakyat sudah bosen terhadap Pansus Century ternyata lebih mementingkan kepentingan orang2 partai agar bisa duduk di pemerintahan. Rakyat sudah berbicara bubarkan saja Pansus century
Balas   • Laporkan
Sulistyo
01/02/2010
Inilah bukti kelemahan sistem demokrasi, sistem demokrasi adalah sistem buatan manusia,mana mungkin cocok!. Syariat adalah sistem yg cocok untuk mengatur manusia karena sistem itu adalah sistemNya!. mana mungkin sebuah program komputer hebat diciptakan ol
Balas   • Laporkan
Ketut
01/02/2010
Ini baru sebagian kecil aja dari masalah Bangsa kita, kalau ini saja ngga bisa diselesaikan dengan tuntas, efisien, apa jadinya Bangsa ini karena masalah-masalah lainnya jg perlu waktu untk diselesaikan.
Balas   • Laporkan
kertas
01/02/2010
To: mas andrie Syaifuddin "publik sdh tdk percaya sama pemerintahan sby-boediono" Publik yang mana Bro????? Ngaku-ngaku Publlik..ngaku2 rakyat.. emang rakyat dan publik cuman sampeyan doank????
Balas   • Laporkan
Syafrullah
01/02/2010
Kasus Century blum tuntas tp kok sempat2nya Gaji Presiden harus dinaikkan...PEmerintah sekarang sangat2 keliru dengan semua ini....Tahun kemaren aman2 saja tp kok masuk tahap ke2 kepemimpinan SBY menjadi kacau begini.....Jgn sampai Allah murka kepada kita
Balas   • Laporkan
beleng
01/02/2010
SUDAHLAH... MUNDUR AJA (budiono, sri mulyani), SUDAH TERBUKTI KOQ MASIH MENGELAK.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial