Kasus Bank Century

Sampoerna Serahkan Aliran Dana Century ke BPK

Data aliran dana BS sejak menjadi nasabah bank Pikko yang pada 2004 hingga sekarang.

Kamis, 28 Januari 2010, 20:05 WIB
Heri Susanto
Boedi Sampoerna (istimewa (vivanews))



VIVAnews -
Pengusaha nasional Boedi Sampoerna melalui pengacaranya Eman Achmad hari ini (Kamis 28 Januari 2010) mendatangi kantor lembaga auditor negara Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) untuk melakukan klarifikasi fakta dan data terkait dengan kedudukannya sebagai nasabah terbesar dan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigasi atas Kasus PT Bank Century Tbk.

Eman Achmad seusai menyampaikan klarifikasi atas nama kliennya tersebut mengatakan, kedatangan ke kantor BPK bukan untuk mempersoalkan hasil audit BPK. Tetapi semata-mata untuk menjelaskan dan memberikan data tambahan dan mengenai fakta yang diketahui dan dialami Boedi Sampoerna (BS) sebagai nasabah Bank Century.

“Tak ada maksud dari kami untuk mempersoalkan laporan BPK tersebut tetapi kedatangannya hanya untuk klarfikasi fakta dan data untuk lebih memperkaya data yang dimiliki oleh BPK dalam kasus ini," kata Eman dalam siaran pers yang diterima VIVAnews di Jakarta, Kamis malam, 28 Januari 2010. 

Menurut dia, klarifikasi ini dilakukan karena hasil audit BPK menjadi dasar bagi lembaga dan instansi terkait lainnya dalam menyeleasaikan masalah yang terkait dengan kasus Bank Century. "Dengan klarifikasi ini kami harapkan, BPK dan institusi lain mendapat tambahan data yang benar yang mungkin sangat berguna untuk membedah kasus ini lebih terang benderang, dan melihat siapa yang bersalah dan siapa yang menjadi korban,” kata Eman.

Data-data tersebut, menurut Eman, antara lain mengenai aliran dana BS sejak menjadi nasabah bank Pikko yang pada 2004 merger dengan Bank Danpac dan Bank CIC menjadi Bank Century sampai diambil alih LPS dan berganti nama menjadi Bank Mutiara.

“Data-data ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada BPK bagaimana sesungguhnya posisi BS sejak awal di Bank Century, baik dalam hal asal dana simpanannya maupun penarikan dana serta penggunaannya untuk apa," kata Eman.

Data data tersebut juga dapat sekaligus membantah tudingan sebagian kalangan bahwa sebagai nasabah terbesar BS mendapat perlakuan khusus dan keuntungan tertentu dari proses bailout Bank Century.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
bimbim
30/01/2010
Lho, semuanya ke Boediono dan Sri Mulyani? Kalo Presidennya tidak restu, maka bail-out itu tidak terjadi... nah, coba... Hemat saya, banyak orang yang tidak mengerti ekonomi yang mempolitisir bail-out ini. Mengapa yang korupsi tidak diperangi saja? Kasian
Balas   • Laporkan
wanda
30/01/2010
muatan politik dalam kasus ini sangat kasat mata, semestinya mereka menggunakan nurani,dan hanya manusia yang mengenal Tuhan yang berani mengedepankan nurani, orang yang seperti ini takkan punya rasa takut, sedih dan susah...dirinya + Allah ( Tuhan) = cuk
Balas   • Laporkan
Gue dewe
30/01/2010
Sebenarnya yang perlu diselesaikan, Pertama: jual semua Asset Bank Centruy di Luar Negeri untuk membayar semua nasabah bank Anta Boga yang dikibulin Kedua: Sisanya setorkan ke Kas Negara sebagai ganti Bailout 6,7 Trilyun Ketiga: Usut Kebijakan. Yang Terj
Balas   • Laporkan
najib adnan
29/01/2010
alhamdulillah masih ada orang mampu berfikir jernih seperti Yao. yg jelas masyarakat banyak sudah jenuh dan muak dengan ulah pansus
Balas   • Laporkan
najib adnan
29/01/2010
Alhamdulllah masih ada orang yang berfikiran jernih seperti Yao. yang jelas rakyat sudah banyak yang muak dengan ulah pansus
Balas   • Laporkan
Chulyuchi
29/01/2010
Harus ada yang bertanggun jawab dalam kasus bailout Bank Century mungkin Srimulyani atau Boediono atau keduanya
Balas   • Laporkan
Russell
29/01/2010
Harus ada yang beanggung jawab dalam kasus Bailout Bank Century siapa yah? Barangkali Sri Mulyani dan Boediono. Kalau nkan mereka siapa?
Balas   • Laporkan
Yao
29/01/2010
Tingkah laku anggota Pansus banyak yang emosionil dan arah pertanyaan menjurus ke subjektive eks Menkeu & eks Gubenur BI dan akhirnya dapt ditebak adalah Presiden SBY.dan bukannya ke objek (aliran dana). Sebagai proffesional seharusnya pikiran, ucapan dan
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ