VIVAnews - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) berniat menerbitkan obligasi dolar Amerika Serikat (global bond) pada Maret atau April 2010.
Dana hasil penerbitan obligasi dolar AS akan digunakan untuk kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) 2010 dan refinancing utang.
Direktur Keuangan Bakrie Telecom Jastiro Abi mengatakan, perseroan masih menunggu hasil pemeringkatan obligasi dolar AS yang akan diterbitkan tersebut.
Bakrie Telecom juga menyeleksi sekitar lima pengatur (arranger) untuk rencana penerbitan surat utang tersebut. "Obligasi berpeluang diserap pasar luar negeri," kata Jastiro ketika dihubungi VIVAnews di Jakarta, Kamis 28 Januari 2010.
Dia mengungkapkan, perseroan bisa menerbitkan obligasi tersebut pada 2-3 bulan mendatang. "Dalam waktu dekat kami akan tunjuk arranger," ujarnya.
Jastiro menambahkan, Bakrie Telecom memiliki utang dari kreditor, Credit Suisse, sebesar US$ 135 juta dan utang obligasi Rp 650 miliar. Keduanya baru akan jatuh tempo pada 2012.
Meski baru jatuh tempo dua tahun lagi, upaya refinancing dapat memperbaiki struktur pendanaan perseroan.
Sementara itu, sepanjang 2010, operator seluler berbasis code division multiple access (CDMA) dengan produknya Esia ini mengalokasikan capex sebesar US$ 200 juta.
Capex akan dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas, jaringan, data, serta wilayah perseroan. "Bakrie Telecom memiliki opsi pendanaan capex dari vendor financing dan pinjaman bank," tuturnya.
Meski belum disebutkan nilainya, namun bila memperhitungkan kebutuhan capex dan refinancing utang, emisi obligasi dolar AS Bakrie Telecom bisa lebih dari US$ 200 juta.
arinto.wibowo@vivanews.com