VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia belum bisa menguat banyak di akhir transaksi sesi pertama hari ini, seperti pembukaan pagi tadi.
Menurut analis PT Sucorinvest Sentral Gani Gifar Indra Sakti, pembalikan arah positif (rebound) bursa regional Asia masih menjadi faktor utama penguatan IHSG. "Sebab, dari dalam negeri minim sentimen," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta.
Selain itu, dia mengakui, dari analisis teknis juga memperlihatkan terjadinya penguatan pada IHSG, karena posisinya mulai memasuki area jenuh jual (oversold). "Hal itu terbaca dari tren jangka pendek," kata Gifar.
Indeks akhir sesi I Rabu, 27 Januari 2010, menguat tipis 2,19 poin atau 0,08 persen ke level 2.580,60, dari awal transaksi pagi tadi yang hanya naik 1,10 poin (0,04 persen) di posisi 2.579,52.
Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 1,59 triliun dan volume tercatat 3,39 juta lot, dengan frekuensi 34.052 kali. Sebanyak 71 saham menguat, 67 melemah, 79 stagnan, serta 268 saham tidak terjadi transaksi.
Saham-saham unggulan yang menguat cukup besar antara lain PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp 400 (1,18 persen) di posisi Rp 34.250, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) terangkat Rp 300 atau 1,28 persen menjadi Rp 23.600, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) menguat Rp 100 atau 0,59 persen ke level Rp 16.800.
Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak positif, seperti indeks Hang Seng yang naik 109,05 poin (0,54 persen) di posisi 20.218,38 dan Straits Times menguat 9,06 poin atau 0,33 persen ke level 2.749,39.
Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg, rupiah pukul 12.00 WIB, berada di posisi 9.395 per dolar AS. Menurut data RTI, mata uang lokal tersebut juga berada di level 9.390/US$.
antique.putra@vivanews.com