VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini meresmikan Jalan Tol Kanci-Pejagaan. Jalan tol sepanjang 35 kilometer ini telah menelan investasi hingga Rp 2,5 triliun.
Konsep Jalan Tol Terintegrasi itulah yang ditawarkan Kelompok Usaha Bakrie, yaitu PT Bakrieland Development Tbk melalui anak usahanya PT Bakrie Toll Road. Rencananya, jalan tol yang menghubungkan Cirebon (Jawa Barat) dengan Brebes (Jawa Tengah) tidak hanya digunakan untuk mempermudah mobilitas saja.
Perusahaan yakin, denyut ekonomi daerah akan meningkat seiring dengan peningkatan lalu lintas kendaraan yang akan melintas di jalan tol ini. Pengembangan infrastruktur penunjang ekonomi sekitar sangat diperlukan, seperti jaringan fiber optik, telepon, listrik, pipanisasi gas, dan jalur pipa air.
Jalan tol yang dioperasikan Bakrie Toll Road akan membangun kawasan bisnis seluas 200 hektar. Karena itu saat peresmian tol ini, Bakrie bekerja sama dengan Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Bukopin, Bank Syariah Mandiri, dan Bank Tabungan Negara menyerahkan kredit UMKM sebesar Rp 2 triliun.
Untuk mensukseskan program penyelamatan lingkungan, Bakrie akan membuat program tabung pohon. Ini merupakan program penghijauan Bakrieland Goes Green yang bertujuan mengantisipasi dampak polusi udara dan suara. Penanaman pohon ini dengan sistem bagi hasil setelah 5 tahun.
Jalan tol Kanci-Pejagan dibangun oleh PT Semesta Marga Raya (SMR) dengan bantuan sindikasi yang dipimpin Bank Negara Indonesia (BNI). Total dana yang diberikan sebesar Rp1,356 triliun terdiri dari BNI sebesat Rp 664,5 miliar, BRI Rp 483 miliar, Bank Jabar Rp 100 miliar, Bank Jatim Rp 75 miliar, dan Bank Jateng Rp 33,7 miliar.
SMR merupakan anak usaha dari PT Bakrie Toll Road. Saat ini PT Bakrie Toll Road sedang membangun tol Trans Jawa antara lain Pajagan-Pemalang, Batang-Semarang, Pasuruan-Probolinggo, dan Ciawi-Sukabumi.
hadi.suprapto@vivanews.com