VIVAnews - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berniat menerbitkan obligasi senilai Rp 300-400 miliar pada semester I-2010. Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk memenuhi anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) 2010 senilai Rp 412,6 miliar.
"Kami akan menerbitkan obligasi untuk capex," kata Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo pada media gathering perseroan di gedung Setiabudi, Kuningan, Jakarta, Senin 18 Januari 2010.
Bintang menambahkan, sepanjang 2010 perseroan membutuhkan capex sebesar Rp 412,6 miliar. Sebesar Rp 118,6 miliar untuk investasi aset tetap, dan sisanya Rp 294 miliar guna pengembangan usaha.
General Manager Business & System Development Wijaya Karya Nur Al Fata menambahkan, investasi terbesar perusahaan pada 2010 adalah proyek pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) 50 megawatt (MW) di Bali. Total nilai proyek mencapai Rp 470 miliar.
Meski demikian, perseroan hanya menginvestasikan 30 persen dari kebutuhan tersebut. "Sisanya dari pinjaman institusi kredit ekspor EKB," ujarnya.
Pada PLTD itu, Wijaya Karya memiliki hak konsesi selama delapan tahun. PLTD akan mulai beroperasi pada Desember 2010.
Selain itu, alokasi capex untuk menambah setoran modal sebesar Rp 44 miliar pada ruas tol Surabaya-Mojokerto dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) Tampomas sebesar Rp 4 miliar.
Selain menerbitkan obligasi, Nur menambahkan, perusahaan memiliki kas dan setara kas lebih dari Rp 1 triliun hingga Desember 2009.
Lebih jauh, Bintang mengatakan, perseroan juga memperoleh pinjaman sebesar Rp 1 triliun dari PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan PT Bank Mandiri Tbk.
arinto.wibowo@vivanews.com