VIVAnews - Pemerintah Indonesia dan Somalia sepakat membentuk kerja sama di bidang industri pengolahan. Untuk tahap awal, kerja sama ini akan dimulai dengan produk tekstil dan kulit.
"Skema kerja samanya, Somalia akan mengekspor bahan baku ke Indonesia dengan tarif nol persen. Selanjutnya, bahan baku tersebut akan diproses di Indonesia menjadi barang hasil olahan," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu saat menerima kunjungan kenegaraan Menteri Perdagangan Somalia Abdirashid Mohamed Abdi di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin, 18 Januari 2010.
Setelah diolah di Indonesia, Mari melanjutkan, produk jadi tersebut akan diekspor kembali ke Somalia dengan tarif nol persen.
Untuk merealisasikan kerja sama tersebut, kedua negara akan membentuk tim teknis untuk mempelajari bentuk kerja sama tersebut secara teknis.
Potensi kerja sama itu, menurut Mari, tidak hanya membidik pasar Somalia, tetapi juga ke negara Afrika lainnya. "Somalia bisa menjadi pintu masuk ke Afrika Timur," katanya.
Selama ini, menurut Direktur Bilateral II Ditjen Kerjasama Perdagangan Internasional Martua Sihombing, Indonesia belum pernah impor bahan baku tekstil berupa kapas dan kulit dari Somalia. "Baru kali Indonesia menjajaki impor kapas dan kulit dari Somalia melalui kerja sama ini," kata dia.
Untuk bahan baku kulit, pemerintah Indonesia akan mempertimbangkan penggunaan sertifikat PMK (penyakit mulut dan kuku) untuk mengantisipasi masuknya virus penyakit tersebut. "Untuk ini, akan koordinasi dengan Badan Karantina," ujar Martua.
antique.putra@vivanews.com