RI Pasok Bahan Bangunan Perumahan ke Somalia

Somalia akan membebaskan tarif bea masuk bagi ekspor bahan bangunan dari Indonesia.

Senin, 18 Januari 2010, 13:18 WIB
Arinto Tri Wibowo, Elly Setyo Rini
Properti (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Pemerintah Somalia akan memberikan prioritas kepada Indonesia untuk menyuplai semua bahan bangunan dan jasa konstruksi untuk proyek perumahan di Somalia.

Menteri Perdagangan Somalia Abdirashid Mohamed Abdi menjelaskan, negaranya sedang gencar membangun infrastruktur dan perumahan.

"Kami sedang rebuild negara, sehingga akan membutuhkan raw material dan jasa konstruksi dari Indonesia," kata Abdirashid saat melakukan kunjungan kenegaraan di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin 18 Januari 2010.

Berdasarkan kesepakatan bersama kedua negara yang diteken hari ini, pemerintah Somalia akan membebaskan tarif bea masuk (bea masuk nol persen) bagi ekspor bahan bangunan dan jasa konstruksi dari Indonesia.

"Untuk itu kami akan memberikan tarif nol persen bagi barang-barang yang diimpor dari Indonesia untuk proyek ini," ujarnya.

Hal senada dikatakan Duta Besar Somalia untuk Indonesia Mohamud Olow Barrow. Negara Somalia, dia menjelaskan, selama 19 tahun terus berkutat dengan perang saudara.

"Nah, saat ini, seperti tsunami di Aceh, Somalia sedang rekonstruksi dari nol. Kami perlu tenaga insinyur untuk pembangunan low cost housing. Kami juga akan mengirim anak-anak kami ke Indonesia, belajar engineering," kata Mohamud.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyambut baik tawaran pemerintah Somalia. Dalam pertemuan kenegaraan tersebut, Mari menyatakan kesanggupan untuk memenuhi permintaan atas jasa konstruksi dan bahan material untuk proyek perumahan Somalia.

Selain di sektor konstruksi, menurut Mari, Indonesia juga berpotensi melakukan ekspor di bidang telekomunikasi.

"Saat ini sudah ada perusahaan Indonesia PT Telehouse Engineering yang mengekspor mobile dan transportable BTS ke Hormuud Telecom Inc (Hortel) milik Somalia," kata Mari.

Untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke Somalia, menurut Ketua Kadin Indonesia Komite Afrika Bagian Selatan Mintardjo Halim, dengan kondisi politik Somalia yang belum stabil, perlu ada dukungan perbankan.

"Potensi kami untuk mengisi pasar Somalia sangat besar. Somalia yang ingin membangun perumahan menginginkan teknisi Indonesia yang murah dibanding negara Eropa," kata Mintardjo.

Selain itu, kedekatan budaya, agama, dan iklim akan mendukung kerja sama perdagangan kedua negara menjadi lebih baik. Seperti halnya dengan Indonesia, Somalia berada di daerah khatulistiwa dan beriklim tropis.

arinto.wibowo@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
boboga
27/04/2010
saya harap disekolah ada mata pelajaran bahasa asing somalia supaya tambah pengetahuan gitu
Balas   • Laporkan
boboga
27/04/2010
keren sekali saya harap ada pertukaran pelajar jadi kita bisa bahasa mereka saya juga berharap di sekolah yg ada pelajaran bahasa asing di ajarin bahasa somalia krena saya juga lagi belajar bahasa somalia
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ