Bisnis

BEI-Bursa Korea Jajaki Kerja Sama Teknologi

Upaya kerja sama itu mengemuka saat BEI menerima kunjungan parlemen Korea Selatan.

Jum'at, 15 Januari 2010, 10:17 WIB
Arinto Tri Wibowo
Dirut BEI Ito Warsito (vivanews.com/arinto )

VIVAnews - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjajaki peluang kerja sama pengembangan sistem dan teknologi perdagangan dengan Korea Stock Exchange (KSE) di masa mendatang.

BEI menilai, sistem perdagangan di Bursa Efek Korea memiliki teknologi yang lebih maju dan menjadi rujukan bagi bursa efek di dalam negeri.

"Kami mencoba untuk mempererat hubungan dengan Korea Stock Exchange," kata Direktur Utama BEI Ito Warsito kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat 15 Januari 2010.

Upaya untuk menjalin kerja sama di bidang sistem dan teknologi itu mengemuka saat BEI menerima kunjungan Duta Besar Korea Selatan dan perwakilan anggota parlemen Korea Selatan Komite Strategi dan Keuangan pada Kamis 14 Januari 2010.

Dalam kunjungan tersebut, perwakilan anggota parlemen Korea Selatan menyatakan ketertarikannya terhadap kinerja BEI yang mencatat pertumbuhan cukup signifikan. Mereka berharap dapat menjalin kerja sama di masa mendatang.

Ito menjelaskan, selama ini BEI banyak belajar dari pengalaman Bursa Efek Korea dalam memfasilitasi sistem dan teknologi perdagangan di negaranya. "Kami juga banyak menerima training (pelatihan) dari mereka," ujar dia.

Menurut Ito, sistem perdagangan online (online trading) di Bursa Efek Korea juga cukup maju, sehingga ke depan dapat menjadi rujukan bagi BEI untuk mengembangkannya di pasar domestik.

Ketika disinggung mengenai kemungkinan menjajaki kemudahan proses pencatatan saham emiten di dua bursa (dual listing), yakni KSE dan BEI, menurut Ito, hal itu tergantung kesiapan masing-masing emiten.

"Kalau soal itu tergantung emitennya," ujarnya. 

Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi BEI Adikin Basirun belum dapat dikonfirmasi mengenai peluang kerja sama di bidang teknologi itu. "Maaf, saya masih rapat," ujar dia melalui sambungan telepon.

Saat ini, terkait peremajaan sistem perdagangan, BEI telah mengimplementasikan sistem baru yang diberi nama JATS Next-G (Next Generation) pada 2 Maret 2009.

Pada saat implementasi, JATS Next-G dapat menampung 500 ribu order dan 250 ribu transaksi per hari.

Untuk mengantisipasi peningkatan volume perdagangan, sejak 15 Juni 2009, kapasitas tersebut telah ditingkatkan, sehingga mampu menerima maksimum satu juta order dan 500 ribu transaksi per hari.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial