VIVAnews - PT Pembangunan Perumahan (Persero) mengincar pengerjaan kontrak konstruksi sebesar Rp 13,3 triliun sepanjang 2010. Sekitar Rp 3,6 triliun merupakan kontrak bawaan (carry over) 2009.
Direktur Utama Pembangunan Perumahan Musyanif menjelaskan, pada 2010 perusahaan menargetkan kontrak baru sebesar Rp 9,7 triliun. Sebagian merupakan kontrak pembangunan pembangkit listrik (power plant), pelabuhan, dan jalan tol.
“Kontrak kami tumbuh 25-30 persen pada 2010,” kata dia pada paparan publik perusahaan di gedung Pacific Place, Jakarta, Senin 11 Januari 2010.
Musyanif menambahkan, perseroan sedang membentuk perusahaan patungan (joint venture) dengan dua perusahaan lain untuk membangun pembangkit listrik 2 X 150 megawatt (MW) di Cilegon. Salah satunya adalah anak usaha PT Krakatau Steel, PT Krakatau Daya Listrik.
“Proyek akan dimulai pada 2010 hingga 2011,” ujarnya.
Dia menjelaskan, perusahaan patungan tersebut membutuhkan investasi Rp 3,3 triliun. Selain dari ekuitas, perusahaan mengupayakan pinjaman bank sebesar 70 persen dari investasi yang harus disetor.
“Kami hanya berniat menjadi minoritas pada perusahaan patungan tersebut supaya bisa menjadi kontraktor,” tuturnya.
Pembangunan Perumahan sudah bernegosiasi dengan empat bank terkait pencarian pendanaan tersebut. Dua di antaranya merupakan bank badan usaha milik negara (BUMN) dan sisanya asing. Perusahaan berharap negosiasi pinjaman bisa difinalisasi pada Maret atau April 2010.
Selain itu, Musyanif mengatakan, perusahaan berniat membentuk perusahaan patungan di sektor pembangkit listrik lain di pinggiran Jakarta dengan total investasi sekitar Rp 4 triliun. Kapasitas pembangkit tersebut mencapai 2 X 200 MW.
Pembangunan diharapkan mulai 2011. “Sekarang sedang negosiasi,” kata dia.
arinto.wibowo@vivanews.com