VIVAnews - PT Pembangunan Perumahan (Persero) mengincar pertumbuhan laba bersih hingga 120 persen hingga akhir 2010, atau menjadi sekitar Rp 358,6 miliar dibanding laba bersih belum diaudit pada akhir 2009 Rp 168 miliar. Kenaikan laba tersebut ditopang oleh efisiensi biaya.
Direktur Utama PP Musyanif mengatakan, pihaknya menargetkan pertumbuhan laba yang konsisten melalui investasi dan proyek yang dikerjakannya. Perusahaan berniat menjaga level investasi sebesar Rp 3 triliun per tahun. “Kami berupaya menghasilkan laba tepat saat investasi rampung dikerjakan,” katanya pada konferensi pers perusahaan di Pacific Place, Jakarta, Senin 11 Januari 2011.
Sepanjang 2010, dia mengakui, pihaknya menargetkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 215 miliar. Capex itu akan dipakai untuk kebutuhan pembangkit listrik (power plant). “Capex 2010 merupakan setengah dari total kebutuhan pembangkit,” tuturnya.
Dia menjelaskan, total kebutuhan pembangkit listrik adalah Rp 430 miliar. Sebesar 50 persen dari kebutuhan itu akan dipenuhi pada tahun 2011.
Sementara itu, perusahaan akan memulai masa penawaran (bookbuilding) saham perdananya pada 11-22 Januari 2010.
Pada masa tersebut, PP beserta para penjamin emisi berniat melakukan roadshow ke Surabaya, Makasan, Singapura, dan Hongkong. “Porsi internasional pada penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) minimal 20 persen,” kata Direktur Investment Banking Mandiri Sekuritas Iman Rachman.
Iman menambahkan, penetapan harga diharapkan terealisasi pada 22 Januari 2010.
Sedangkan, pernyataa efektif 27 Januari, penawaran 29 Januari – 2 Febbruari, pembayaran dan distribusi 5 Februari, dan pencatatan saham perdana di PT Bursa Efek Indonesia pada 8 Februari 2010.