VIVAnews - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan upaya PT Pembangunan Perumahan (PP) melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham berpotensi mendongkrak penerimaan dan keuntungan perusahaan hingga dua kali lipat tahun ini.
Pada 2009, Pembangunan Perumahan diperkirakan memperoleh pendapatan sebesar Rp 4,28 triliun dengan laba bersih Rp 163 miliar.
"Ini tanda-tanda kondisi peningkatan investasi untuk BUMN dan swasta yang kondusif," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat 8 Januari 2010.
Menurut Mustafa, langkah IPO Pembangunan Perumahan selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan IPO PT Garuda Indonesia, PT Krakatau Steel, dan PT Perkebunan Nusantara. "Ini tanda-tanda positif untuk IPO BUMN," ujarnya.
Selain IPO, peningkatan kondisi keuangan perusahaan juga akan dilakukan BUMN melalui penerbitan obligasi seperti dilakukan PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, dan Perum Pegadaian. "Bank Rakyat Indonesia juga sudah menyatakan minat kepada saya," tuturnya.
Pembangunan Perumahan akan mematok harga saham perdana di kisaran Rp 530-900 per unit. Perusahaan akan melakukan roadshow ke seluruh Indonesia, Hong Kong, dan Singapura.
Target dana yang diharapkan dapat dihimpun melalui IPO tersebut Rp 800 miliar hingga Rp 1 triliun. Perseroan berencana untuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Februari 2010.
arinto.wibowo@vivanews.com