VIVAnews - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menetapkan harga saham perdana PT Pembangunan Perumahan (PP) di kisaran Rp 530-900 per unit.
"Sudah dibahas dan selanjutnya akan roadshow ke seluruh Indonesia, Hong Kong, dan Singapura," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantor BUMN, Jakarta, Jumat 8 Januari 2010.
Menurut dia, dari kisaran harga tersebut selanjutnya akan ditentukan harga saham perdananya. "Kisaran harga saham itu dari hasil kajian dengan konsultan. Nanti setelah roadshow baru ketahuan kira-kira dekatnya ke mana," ujarnya.
Dia menambahkan, PP diharapkan mampu meraup dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sekitar Rp 0,8-1 triliun.
Sebelumnya, Direktur Keuangan Pembangunan Perumahan Tumiyana mengatakan, masa pembentukan harga (bookbuilding) akan dimulai pada Selasa 12 Januari 2010. Sedangkan pernyataan efektif diharapkan pada 28 Januari 2010.
Pembangunan Perumahan berencana mencatatkan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Februari 2010. Sepanjang 2009, perseroan mencatatkan pendapatan Rp 4,2 triliun dan laba bersih Rp 163 miliar.
Perolehan laba bersih itu naik dibanding estimasi sebelumnya Rp 140 miliar.
Menurut dia, perseroan berencana melepas 21,4 persen saham ke publik melalui mekanisme IPO.
Tumiyana menjelaskan, perusahaan hanya merealisasikan pelepasan sebanyak 21,4 persen saham, meski Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengizinkan maksimal melepas 30 persen.
Paska IPO, kepemilikan pemerintah tetap 51 persen, karyawan 27,6 persen dan sisanya publik. Dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha sebesar 60 persen dan 40 persen sisanya untuk menambah modal kerja.
arinto.wibowo@vivanews.com