Asing Miliki Properti, Investasi Naik US$3 M

Menpera: Kalau kepemilikan asing dibuka, pasar properti untuk orang asing akan luar biasa.

Kamis, 7 Januari 2010, 11:31 WIB
Antique, Elly Setyo Rini
Suharso Monoarfa (biro pers Istana)

VIVAnews - Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa memperkirakan akan ada lonjakan investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) di sektor properti mencapai US$3 miliar, dengan kepemilikan asing atas properti Indonesia.

"Kalau kepemilikan asing dibuka, pasar properti untuk orang asing akan luar biasa dan akibatnya FDI akan melejit," kata Suharso saat membuka Seminar 'Hak Kepemilikan Properti Bagi Orang Asing, Peluang dan Tantangan' di Jakarta, Kamis, 7 Januari 2010.

Angka US$3 miliar tersebut merupakan angka minimal, sedangkan peluangnya bisa mencapai dua kali lipat. Bahkan, Anggota Komisi V DPR RI Enggar Tiasto Lukita optimistis FDI akan bertambah US$6 miliar jika asing diizinkan memiliki properti di Indonesia.

Ketua Umum Real Estate Indonesia Teguh Satria mengakui, tahun lalu, FDI di sektor properti mencapai US$12,5 miliar. Sedangkan proyeksi tahun ini akan mencapai US$15,5 miliar, tanpa asumsi tambahan US$3 miliar tersebut.

"Jika, program kepemilikan orang asing atau badan hukum asing dibuka dengan asumsi 10 ribu unit per tahun dengan harga jual rata-rata US$250 ribu per unit, akan terjadi peningkatan permintaan akhir sekitar Rp 23,75 triliun per tahun," kata Teguh.

Dengan adanya hak kepemilikan asing atas properti, melalui revisi PP No. 41 tahun 1996, Suharso berharap bisa mengatasi wilayah kumuh (slum), terutama di Jakarta, tanpa melakukan upaya penggusuran.

"Misalnya, apa yang dilakukan Keinichi Ohmae di China, membangun wilayah kumuh di mana penduduk asli daerah itu diberi ruang yang lebih luas dalam kompleks hunian," ujarnya.

Konsepnya, dia menambahkan, public private partnership (PPP) yang mengatasi kekumuhan tanpa menghilangkan kesempatan penduduk asli tinggal di sana.

antique.putra@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ